Sabtu, 3 Januari 2026

Usai Terima Pesangon, Buruh Sampoerna Pilih Berwirausaha

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Setelah mendapatkan kabar pesangon yang akan diterimanya lumayan, pasca PHK massal dari tempat kerjanya, buruh pabrik rokok PT HM Sampoerna Plant Kunir-Lumajang memilih untuk berwirausaha. Meski begitu, rencana wirausaha ini akan dijalani seusai menerima pencairan dana pesangon dari perusahaan.

“Kalau sekarang ya tidak bisa Mas. Lha wong dana pesangon yang tadi telah disampaikan sebesar Rp. 12,8 juta itu, baru dicairkan paling lambat 13 Juni depan. Namun, saya sudah punya ancang-ancang untuk berwirausaha dalam bidang apa,” kata Ani Hariyanti, buruh biling PT HM Sampoerna asal Dusun Kebonsari, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Senin (26/5/2014).

Dikatakannya lebih lanjut oleh perempuan berjilbab ini, wirausaha yang digagasnya adalah kembali ke bidang pekerjaan lamanya. Yakni menjalankan usaha catering di rumahnya. “Dulu sebelum bekerja di Sampoerna, saya ini usaha katering. Setelah Sampoerna tutup dan uang pesangon cair, saya akan memulai usaha katering yang sempat saya tinggalkan. Mudah-mudahan bisa lancar,” ungkap Ani Hariyanti.

Namun, ia masih akan sabar menjalankan usahanya karena dana pesangon masih akan ditransfer manejemen perusahaan ke rekening masing-masing buruh, 13 Juni mendatang. Dan buruh PT HM Sampoerna sendiri disebutkannya, sejak awal bekerja memang telah memiliki rekening sendiri-sendiri yang telah didata pihak perusahaan.

Pasalnya, upah bulanan dari perusahaan selalu dicairkan dalam bentuk transfer melalui rekening bank yang ditunjuk. “Paling lambat, uang pesangon PHK ini akan dicairkan menejemen perusahaan 13 Juni mendatang. Itu yang tadi dijelaskan dalam pertemuan di dalam pabrik sebelum saya menandatangani dokumen PHK,” urainya.

Dengan besaran dana pesangon yang akan diterimanya, Ani Hariyanti mengaku cukup puas. “Wirausaha yang akan saya jalankan, tentu akan menjadi pilihan dari teman-teman lainnya. Namun, teman-teman juga kebanyakan masih menunggu rencana pelatihan wirausaha dari pabrik ini. Katanya, sebagai kompensasi PHK juga akan dilaksanakan pelatihan wirausaha. Dengan pelatihan itu, mudah-mudahan teman-teman yang lain punya pilihan untuk berwirausaha,” demikian pungkas Ani Hariyanti. (her/ipg)

Teks Foto :
– Ani Hariyanti, buruh giling pabrik rokok SKT (Sigaret Kretek Tangan) PT HM Sampoerna menunjukkan dokumen risalah PHK dan surat keterangan kerja yang diterimanya.
Foto : Sentral FM

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Sabtu, 3 Januari 2026
31o
Kurs