Seorang pelestari sumber mata air di lereng Gunung Semeru menjadi nominator peraih penghargaan Kalpataru. Adalah Ciono, warga Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro di lereng Gunung Semeru.
Pria yang menjadi Ketua Kelompok Pengelola Sumber Mata Air di Dusun Kalipoh ini, menjadi nominator atas perhatian dan kepeduliannya terhadap konservasi lingkungan hingga menjaga kelestarian sumber mata air di Desanya untuk pemanfaatan masyarakat banyak.
Paimin Camat Candipuro kepada Sentral FM, Selasa (27/5/2014), mengatakan bahwa sosok Ciono selaku Ketua Kelompok Pengelola Air dan pelestari konservasi tanaman bambu Kalipoh, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro ini mendapatkan apresiasi dari Penilai Penghargaan Kalpataru.
“Kami tidak tahu bagaimana awalnya Ciono bisa terpilih menjadi nominator penghargaan penyelamat lingkungan ini. Namun, tiba-tiba ada informasi bahwa penilai akan turun memotret apa yang telah dilakukan Ciono dalam upaya pelestarian lingkungan. Tim Penilai akan datang ke lokasi di Kalipoh, Rabu (28/5/2014). Penilaian ini baru pada tahapan tingkat Jawa Timur,” kata Camat Candipuro.
Sosok Ciono sendiri, masih kata Paimin, telah melakukan penyelamatan konservasi di kawasan sumber mata air Kalipoh sejak cukup lama. Ia melakukan penanaman bibit bambu sebagai resapan dan penampung air, hingga sumber mata air setempat menjadi besar debitnya.
Dampaknya debit air yang melimpah ini kemudian digagas untuk dikelola Ciono dengan baik melalui pendistribusian air bersih kepada warga sekitar. “Sejak Tahun 2011 hingga 2012, pengelolaan air dari sumber mata air Kalipoh ini dibentuk kelompok pengelola dan pemanfaat. Hingga saat ini pengelolaan air ini pun mendapatkan apresiasi dari Tim Penilai Kalpataru,” bebernya.
Lebih lanjut Paimin juga mengungkapkan, menghadapi penilaian Kalpataru ini pihaknya lebih giat lagi mendorong kelompok pengelola air dan konservasi bambu ini untuk lebih menata lingkungan Kalipoh.
“Bahkan, kami diajak untuk menggelar kerja bhakti pada pekan lalu, untuk menata lokasi sumber mata air Kalipoh, termasuk menambah bibit tanman bambunya. Karena debit air dari sumber mata air Kalipoh akan semakin besar jika volume bibit tanaman bambunya terus ditambah sebagai penampung air,” pungkas. (her/dwi)
NOW ON AIR SSFM 100
