Dinkes Lumajang terus bekerja keras guna mengurangi penyebaran virus HIV/AIDS melalui beberapa kegiatan diantaranya melakukan pemeriksaan dini terhadap 6 ribu ibu hamil di seluruh Kabupaten Lumajang.
“Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi secara dini penyebaran virus HIV/AIDS dengan pola penyebaran suami terhadap istri tadi,” kata Sulsum Wahyudi, SKM Kepala Dinkes Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Kamis (12/6/2014).
Sulsum juga mengatakan, dari data sementara pada instansinya, penyebaran virus HIV AIDS mengalami penurunan tajam, 2013 penderita HIV/AIDS di Lumajang sebanyak 60 penderita. Terhitung sampai dengan bulan Maret tahun 2014, turun menjadi 16 orang.
“Meski demikian trend-nya mengalami peningkatan dari tahun-ke tahun. Ini yang menjadi perhatian kami untuk melakukan upaya pencegahan melalui program yang kita terapkan,” kata Sulsum Wahyudi.
Kepala Dinkes juga menyampaikan, bahwa penyebaran HIV/AIDS ini berkaitan dengan perilaku. Dimana, pola penularannya dimulai dari perilaku masyarakat, yang diakibatkan beberapa penyebab seperti perilaku seksual dengan melakukan seks bebas dan penggunaan narkoba.
“Penyebab lain ini, diantaranya ditularkan tidak melalui seks bebas, namun dari suami yang melakukan kegiatan seks bebas kepada istri atau ibu rumah tangga. Pada periode berikutnya, akan menular kepada anaknya,” kata Sulsum Wahyudi.
Pihaknya menyadari bahwa besarnya jumlah infeksi HIV/AIDS pada perempuan juga berdampak pada jumlah infeksi HIV/AIDS pada anak. Infeksi pada anak seringkali terjadi karena ketidaktahuan dan ketidaksadaran ibu akan infeksi HIV.
Beberapa di antaranya terjadi karena penanganan yang dilakukan kurang tepat akibat terlambatnya informasi infeksi HIV. “Dengan sedini mungkin mengetahui kondisi kesehatan ibu dengan atau tanpa HIV/AIDS, maka infeksi kepada anak dapat diminimalkan,” urainya.
Dalam kesempatan yang sama, Sulsum Wahyudi juga mengungkapkan, sebagian besar kasus penyebab infeksi HIV/AIDS pada perempuan berasal dari pasangannya. Penularan dari suami ini bisa terjadi karena suami pengguna narkoba dengan jarum suntik atau berganti-ganti pasangan.
Untuk itu pihaknya juga akan menjadikan tempat lokalisasi sebagai target program tahunan. Meski sudah banyak yang ditutup oleh Pemkab Lumajang, namun tidak dapat dipungkiri bahwa lokalisasi prostitusi secara liar juga masih ada. “Dan melalui kegiatan prostitusi dan seks bebas seperti ini, virus HIV/AIDS dengan mudah menyebar dan mengancam siapa saja,” terangnya.
Dinas Kesehatan berharap peran serta masyarakat harus lebih aktif, terutama kesadaran pribadi untuk memeriksakan dirinya sendiri. “Yang terpenting menjaga diri dan keluarga dari kemungkinan tertular virus mematikan ini,” pungkas dia. (her/dwi)
NOW ON AIR SSFM 100
