Jumat, 2 Januari 2026

Ramadhan-Lebaran, Penarikan Uang Tunai Diprediksi Meningkat 100 Persen

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Selama ramadhan hingga lebaran mendatang, lembaga perbankan akan menyiapkan penarikan uang tunai dalam jumlah besar dari masyarakat. Termasuk juga dari kalangan pelaku industri dan perusahaan untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerjanya. Diprediksi, penarikan uang tunai atau transaksi keluar di lembaga perbankan akan meningkat 100 persen.

Hal ini disampaikan Dasuki Amsir CEO BNI Wilayah Surabaya dalam kunjungan kerjanya di Pemkab Lumajang untuk menyerahkan bantuan ambulan, Selasa (24/6/2014). Dikatakannya, penarikan uang tunai akan mulai mengalami peningkatan memasuki pekan pertama ramadhan hingga menjelang lebaran mendatang.

“Penarikan uang tunai dalam jumlah besar akan meningkat secara signifikan mulai pekan pertama ramadhan. Memasuki pekan kedua dan berikutnya, peningkatannya sudah mencapai 100 persen. Kalau di Cabang Lumajang rata-rata perharinya Rp. 2 Milyar, ramadhan pekan pertama nanti akan berlipat dua kalinya,” kata Dasuki Amsir kepada Sentral FM.

Sedangkan, secara keseluruhan di seluruh Cabang di Jawa Timur, jumlahnya diperkirakan lebih dari Rp. 3 Trilyun. “Angka Rp. 3 Trilyun itu dari data penarikan uang selama ramadhan dan lebaran Tahun 2013 lalu. Tahun 2014 ini kami memprediksi akan mengalami peningkatan 7 persen sampai 10 persen. Ini disesuaikan dengan inflasi,” urainya.

Dalam kesempatan yang sama Dasuki Amsir juga menjelaskan, di ATM-ATM yang tersebar di berbagai tempat yang jumlahnya mencapai 1.390 titik, akan disiapkan stok uang untuk kebutuhan masyarakat selama ramadhan, lebaran dan libur lebaran mendatang.

“Bahkan selama libur lebaran, staf yang bertugas mengawasi dan mengisi stok uang di ATM, tetap menjalankan tugasnya. Hal ini untuk memberikan kemudahan masyarakat. Kan biasanya masyarakat yang libur lebaran melakukan transaksi penarikan uang di ATM. Jadi, ATM tidak boleh kosong stok uangnya. Semuanya uang pecahan baru,” paparnya.

Sedangkan untuk penukaran uang pecahan baru yang biasanya dibutuhkan masyarakat saat lebaran, telah diantisipasi oleh BNI. Dimana, BNI berkoordinasi dengan BI (Bank Indonesia) sebagai penanggungjawab sirkulasi untuk uang pecahan baru. Karena, BNI hanya menyalurkan saja kepada masyarakat.

“Secara prinsip BNI akan menyiapkan berapapun pecahan uang baru yang dimintakan masyarakat. Bahkan kita tidak membatasi jumlah penukarannya, sepanjang stoknya ada. Meski begitu, kita akan menerapkan prinsip pemerataan untuk penukarannya. Namun BI komitmen menyediakan uang pecahan baru sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan masyarakat,” demikian pungkas Dasuki Amsir. (her/tok)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Jumat, 2 Januari 2026
24o
Kurs