Jumat, 2 Januari 2026

Sampai Bulan Juni, BPS Catat Inflasi Lumajang Capai 0,08 Persen

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Memasuki awal ramadhan kali ini, potensi kenaikan inflasi terus menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk Pemkab Lumajang. Dimana, permintaan masyarakat akan bahan kebutuhan pokok dan potensi melambunbgnya harga sembako di pasaran karena ketidaksesuaian antara supllay and demand menjadi pemicu.

Untuk itu, Pemkab Lumajang tampak berhati-hati menekan laju inflasi aga tidak terus melambung hingga mempengaruhi perekonomian masyarakat secara luas. Hal ini disampaikan Drs Slamet Supriyono, Msi Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemkab Lumajang kepada Sentral FM, Rabu (2/7/2014).

Dikatakannya, dari laporan terakhir yang disampaikan BPS (Badan Pusat Statistik) kepada Pemkab Lumajang dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penendali Inflasi Daerah (TPID), inflasi di Kabupaten Lumajang sampai Bulan Juni tercatat pada angka 0,08 persen.

“Menilik angka ini, tampaknya masih rendah dibandingkan angka nasional pada level 0.43 persen. Untuk itu, inflasi di Lumajang masih aman. Meski demikian, kita tidak boleh lengah karena potensi meningkatkan inflasi tetap tinggi memasuki bulan ramadhan ini. Untuk itu, kita akan mendengar laporan seluruh pihak dan apa rekomendasi agar laju inflasi bisa ditekan,” kata Slamet Supriyono.

Diantara laporan yang disampaikan, memasuki ramadhan kebutuhan sambako tampaknya mancukupi dan tidak akan keterlambatan atau peningkatan harga yang diluar batas kewajaran. Distribusi ke Lumajang sejauh ini dipastikan lancar, dan jika memungkinkan ketika terjadi kenaikan harga maka akan diupakan bantuan stimulan berupa ditanggungnya biaya distribusi bahan pokok hingga pasar.

“Untuk yang satu ini masih menunggu sinyal dari Pemprov Jatim. Karena untuk subsidi biaya distribusi bahan pokok, seperti yang tahun lalu juga dilakukan, semuanay dikoordinasikan dengan Pemprov Jatim,” terangnya. Tidak hanya itu saja, guna menekan harga sembako di pasaran guna menekan laju inflasi, Pemkab Lumajang juga telah melaksaakan operasi pasar.

“Operasi pasar ini akan digelar sampai akhir ramadhan. Tidak hanya operasi pasar saja, kita juga akan melaksaakan pasar murah ramadhan di 21 wilayah Kecamatan. Semuanya untuk menekan harga dan merepresentasi kebutuhan warga kurang mampu. Agar warga kurang mampu bisa membeli kebutuhan pokok dengn harga terjangkau. Selain itu, penyaluran raskin akan kita percepat sebelum ramadhan sesuai kuota,” jlentrehnya.

Untuk pasca ramadhan, Asisten Ekbang Pemkab Lumajang yakin, bahwa harga akan kembali ke titik normal seperti sebelumnya. Untuk itu, tekanan bagi laju inflasi tidak akan seberat ketika selama ramadhan. “Setelah ramadhan, laju inflasi kita yakini akan normal kembali,” pungkas Slamet Supriyono. (her)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Jumat, 2 Januari 2026
30o
Kurs