Kamis, 1 Januari 2026

Jelang Upacara 17 Agustusan di Puncak Semeru, Ribuan Pendaki Berdatangan

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Ribuan pendaki mulai berduyun-duyun datang ke Gunung Semeru guna mengikuti upacara sakral peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-69 pada 17 Agustus 2014 di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Sampai hari ini, Senin (11/8/2014), dari data pada Kantor Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), gelombang pendaki yang berdatangan dari berbagai Provinsi di Indonesia, termasuk pendaki mancanegara sudah memenuhi jalur pendakian Gunung Semeru.

Terutama, mereka sudah antre untuk menempuh jalur adventure yang menantang adrenalin menapak gunung dengan ketinggian 3,676 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini. Setiap harinya, tidak kurang dari 500 pendaki yang telah antre untuk menyusuri jalur pendakian di gunung yang kerap anggap sebagai ‘Atap Pulau Jawa’ ini.

DR Ir Ayu Dewi Utari, Msi Kepala Balai Besar TNBTS kepada Sentral FM mengatakan, bahwa menjleang peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-69, para pendaki dari berbagai daerah termasuk mancanegara sudah mulai berdatangan ke Semeru.

“Para pendaki ini, ada yang langsung datang ke Pos awal pendakian di Pos Resort Ranu Pane. Ada pula yang booking antrian pendakian melalui online. Ini sesuai data sejak 9 Agustus sampai 24 Agustus, dimana rata-rata 500 pendaki perhari sudah booking melalui online kami,” katanya.

Banyaknya pendaki yang antri untuk menyusuri jalur pendakian Gunung Semeru ini, disebutkan Ayu Dewi Utari, sudah penuh hingga akhir Agustus mendatang. Meski begitu, ia mengaku tidak akan mengecewakan pendaki yang langsung datang ke Semeru tanpa booking online dengan mengatur jadwal pendakian dengan kebijakan tersendiri.

“Yang jelas, kami mengatur jadwal pendakian ini, agar jalur pendakian tidak penuh yang bisa berdampak gangguan ekosistem, sampah dan kerusakan jalur itu sendiri. Kami berharap hal itu bisa dimenegerti para pendaki yang sampai saat ini terus berdatangan ke Semeru,” paparnya.

Selain itu, masih kata Kepala BB TNBTS, untuk para pendaki diminta mematuhi segala regulasi dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh petugas TNBTS. Dimana, pendaki hanya diperbolehkan melakukan pendakian hingga batas akhir di titik Kalimati saja.

“Kalau ada yang mencoba menerobos sampai puncak Semeru dan mengelar upacara di sana, jika ada resiko maka ditanggung sendiri akibatnya. Karena kami dari TNBTS sebagai pemangku kawasan, tidak memperkenankannya. Termasuk juga, hal ini sesuai kesepakatan dengan berbagai pihak, diantraanya PVMBG (Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi), Tim SAR, BPBD dan Pecinta Alam,” jlentrehnya.

Untuk itu, Ayu Dewi Utari menekankan, pendaki tidak perlu memaksanakan harus menggelar upacara di puncak Gunung Semeru. Pasalnya, TNBTS telah menetapkan tiga titik lokasi upacara yang akan digelar di seputaran gunng tertinggi di Pulau Jawa ini. Diantaranya di titik Kalimati, Ranu Kumbolo dan Ranu Pane. Kuotanya adalah 1.000 pendaki yang diizinkan berada di Gunung Semeru saat upacara tersebut digelar.

“Petugas kami di Resort TNBTS di Ranu Pane akan menjadi irup di sana. Peserta upacaranya tidak hanya pendaki saja, juga dari berbagai kalangan, termasuk dari masyarakat Desa Ranu Pane sendiri. Kami juga mengingatkan, saat ini suhu Semeru mencapai 0 derajat celcius sampai 10 derajat celcius, yang artinya frozen. Pendaki harus membawa perkelngkapan standar untuk melawan suhu dingin di Semeru,” demikian pungkas Kepala BB TNBTS Ayu Dewi Utari.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Hendro Wahyono Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang menyampaikan, saat ini status Semeru masih normal pada level siaga II. “Artinya meski ada gejolak di Gunung Slamet dan Sinabung yang menunjukkan tanda-tanda meningkat aktivitasnya, namun Semeru tetap stabil,” katanya.

Untuk itu, dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-69 mendatang, BPBD Lumajang mengingatkan kepada pendaki agar tetap mematuhi rekomendasi TNBTS. “Jangan dilanggar, karena berbahaya. Meski,status Semeru tetap Waspada level II. Akan tetapi, situasi bisa cepat berubah dan hal itu sesuai rekomendasi PVMBG dan kesepakatan bersama,” terangnya.

Untuk para pendaki, diakui Hendro Wahyono, memang sulit membendung agartidak menerobos sampai puncak Semeru. ”Dan hal itu juga sulit untuk diawasi atau dipantau kesuluruhan. Untuk itu, kami telah mengirimkan Tim SAR untuk siaga di Semeru dipantu teman-teman pecinta alam Lumajang. Satu imbauan kami, pendaki harus memperhatikan kesehatannya, terutrama di tengah suhu dingin Semeru saat ini karena rawan terserang hipotermia,” pungkas Hendro Wahyono. (her/ipg)

Teks Foto :
– Aktifitas pendakian Gunung Semeru.
Foto : Dok. Sentral FM

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Kamis, 1 Januari 2026
27o
Kurs