Kamis, 1 Januari 2026

Nelayan Lumajang Paceklik Tangkapan, Harga Ikan di Pasaran Naik

Laporan oleh Sentral FM Lumajang
Bagikan

Bulan Purnama yang diwarnai fenomena Super Moon dalam beberapa hari ini, membawa dampak tersendiri bagi nelayan di Kabupaten Lumajang. Para nelayan yang jumlahnya mencapai 500 perahu dengan awak masing-masing dua orang, yang tersebar di sejumlah pemukiman pesisir pantai, mulai dari wilayah Kecamatan Tempursari, pasirian hingga Yosowilangun mengalami paceklik tangkapan.

Hal ini diakui Ir Syaiful Kepala Kantor Kelautan dan Perikanan Kabupaten ketika dikonfirmasi Sentral FM, Selasa (12/8/2014). Dikatakannya, haisl tangkapan nelayan dalam sepekan terakhir memang banyak berkurang karena dipengaruhi purnama.

“Secara rutin, selama terjadi bulan purnama, hasil tangkapan para nelayan memang berkurang. Sebab selama purnama, tidak banyak ikan yang muncul ke permukaan. Sehingga, nelayan kami kesulitan untuk mendapatkan hasil tangkapan secara optimal,” katanya.

Dan, nelayan sudah tahu dengan rutinitas gejala alam seperti ini. Sehingga, banyak diantara nelayan Lumajang yang memilih untuk libur melaut selama purnama. “Namun itu tidak lama kok. Hanya kurang lebih dua pecan atau lebih saja. Setelah itu, nelayan kami ya kembali bekerja rutin,” papar Syaiful.

Dampak dari minimnya hasil tangkapan para nelayan ini, membuat harga komoditi ikan laut di Kota Pisang ini jadi naik. Sebagai contoh, untuk harga ikan tongkol segar ukuran sedang yang biasanya dijual Rp. 8 ribu sampai Rp. 10 ribu dari nelayan, saat ini harganya naik mencapai 30 persen.

“Harga ikan tongkol ukuran sedang saat ini bisa mencapai Rp. 13 ribuan. Itu belum di pasar. Ya selisihnya bisa ditambahkan Rp. 2 ribu lagi menjadi Rp. 15 ribu di pasaran. Namun tergantung pedagangnya. Belum harga komoditi ikan lainnya, seperti layur, lemuru dan beberapa jenis lain,” bebernya.

Meski harga komoditi ikan laut naik di pasaran, namun Kepala Kantor Kelautan dan Perikanan menyampaikan, kondisi itu bisa disubtitusi produktivitas hasil budidaya ikan air tawar. ”Di pasaran masih banyak ikan air tawar, seperti gurami, nila dan lainnya yang bisa menggantikan komoditi ikan laut,” demikian pungkas Syaiful. (her/ipg)

Teks Foto :
– Ir Syaiful Kepala Kantor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lumajang.
Foto : Sentral FM

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Kamis, 1 Januari 2026
27o
Kurs