Sebanyak 700 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Lumajang yang akan terbagi dalam dua kloter saat ini tengah mempersiapkan diri berangkat beribadah ke Tanah Suci.
Nuril Huda Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang pada Radio Sentral FM, Senin (25/8/2014) , mengatakan, untuk persiapan keberangkatan CJH pihaknya masih menunggu pembagian kloter dari Kemenag Provinsi Jatim.
“Jadi pembagian kloter untuk Kabupaten Lumajang diperkirakan gelombang kedua awal. Karena pemberangkatan CJH itu ada gelombang pertama dan gelombang kedua yang didasarkan pada undian. Untuk Kabupaten Lumajang mendapat gelombang kedua. Itu artinya akan diberangkatkan pertengahan September atau pastinya diatas tanggal 15 September mendatang,” katanya.
Kemudian untuk jumlah CJH yang akan diberangkatkan, jumlah jamaahnya kurang lebih 700 orang. Karena setiap kloter jumlah jamaahnya ditetapkan 450 orang, maka untuk CJH Kabupaten Lumajang dipastikan mencapai 2 kloter.
Untuk para CJH, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang juga menyampaikan, saat ini persiapan sudah dilaksanakan dan hampir final. Persiapan itu diantaranya kelengkapan persyaratan administrasi dan pembiayaan haji.
“Untuk Biaya Perjalanan Ibadah Haji semuanya tidak ada masalah. Sedangkan untuk kelengkapan administrasi, berupa paspor dan lainnya juga telah lengkap,” paparnya.
Tidak hanya itu saja, untuk persyaratan kesehatan yang telah dilalui CJH Kabupaten Lumajang dalam dua tahap cek medis, juga dinyatakan layak. Dari rekomendasi cek medisnya, tidak ada masalah. Meskipun, ada catatan-catatan tersendiri bagi jamaah usia lanjut yang masuk kategori risiko tinggi.
“Ini biasa dan bagi seluruh CJH yang akan diberangkatkan, kami telah merekomendasikan untuk menjaga kebugaran sebagai persiapan beribadah dengan intensitas tinggi selama di Tanah Suci nanti. Sejauh ini, kami juga belum mendapatkan data lengkap berapa dominasi usia CJH yang akan diberangkatkan. Namun dari laporan sementara, usianya produktif. Meski ada yang usia lanjut, namun tidak banyak,” jelasnya.
Rekomendasi lainnya yang disampaikan Nuril Huda adalah kebanyakan para CJH yang akan berangkat ke Asrama Haji akan direpotkan dengan berbagai kegiatan di rumahnya.
“Ada banyak tamu yang datang. Untuk tamu yang datang kan ketemu terus mau mendoakan sehingga mereka itu kadang-kadang kurang memperhatikan istirahatnya, kesehatannya dan makannya. Apalagi saat H-1 pemberangkatan ke Asrama Haji, mereka kadang-kadang sibuk dengan tamu datang dan pergi. Ini yang melelahkan dan CJH bisa terforsir tenaga dan kebugarannya saat berangkat nanti. Khawatirnya setiba di Tanah Suci malah sakit,” tuturnya.
Selain itu, menurut Nuril yang menjadi masalah lainnya adalah acara tasyakuran yang menurutnya terlalu dipaksakan dan mengganggu kesehatan.
“Syukuran itu sebenarnya kan sederhana sekali. Syukuran tidak harus dipaksakan dengan mengundang sekian banyak orang. Kalau syukuran itu sebenarnya yang diundang tetangga kiri kanan. Hal ini agar tidak menjadikan beban terlalu banyak. Jadi yang penting adalah menjaga kesehatan, waktu dan istirahat, bukan tasyakuran saat berangkatnya,” ungkap dia.
Sejauh ini, Kantor kemenag Kabupaten Lumajang juga telah mempersiapkan pemberangkatan CJH. Persiapannya sejauh ini tidak ada masalah dan saat ini masih dibentuk panitia pemberangkatan dan pemulangannya.
“Untuk kegiatannya ya seperti tahun-tahun yang lalu. Pemberangkatannya dari Stadion Semeru Lumajang dan dilepas oleh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). Demikian juga untuk penyambutan saat para jamaah haji pulang nanti,” pungkas dia. (her/nif/dwi)
NOW ON AIR SSFM 100
