Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Lumajang yang akan diberangkatkan ke tanah suci 19 September mendatang berkurang. Pasalnya, 9 hari menjelang keberangkatan, seorang CJH dilaporkan meninggal dunia kepada Panitia Haji di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang.
Drs H M Mudhofar Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang kepada Sentral FM, Rabu (10/9/2014), mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan seorang CJH meninggal dunia menjelang keberangkatan ini, langsung dari pihak keluarganya.
“CJH yang meninggal atas nama Khoirul yang berasal dari Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono,” katanya.
Sehingga, saat ini jumlah CJH yang akan diberangkatkan dari semula sesuai data manifes sebanyak 712 orang, berkurang menjadi 711 orang. Ratusan CJH ini tergabung dalam dua kloter, yakni Kloter 45 dan 46.
Saat ini, Kemenag Kabupaten Lumajang juga berusaha melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga guna memastikan kekosongan kursi ini. Sebab, Almarhum Khoirul terdaftar berangkat haji dengan istrinya tahun ini.
“Apakah nanti istri almarhum membatalkan keberangkatannya ataukah tidak, kita akan pastikan itu dengan pihak keluarga dalam beberapa hari ini. Kalau saat ini, kami belum menindaklanjuti laporan itu, karena pihak keluarga dalam kondisi berduka. Jika istrinya membatalkan keberangkatan, maka kekosongan kursi menjadi dua. Namun saat ini kami masih memastikan satu kursi yang kosong,” tuturnya.
Kosongnya satu kursi ini tidak bisa langsung diisi dengan CJH lainnya yang berada di daftar tunggu atau waiting list Kemenag Kabupaten Lumajang. Pasalnya, mepetnya waktu keberangkatan hanya hanya tinggal 9 hari lagi dirasa sulit untuk mempersiapkan segala prosedur dan kesiapan CJH penggantinya.
“Tidak mudah langsung mengganti kursi yang kosong ini dengan CJH lain. Karena, waktu yang mepet, padahal harus banyak persiapannya. Belum tes medis, paspor dan dokumen lainnya, pelunasan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) termasuk kesiapan keberangkatannya sendiri. Kalau misalnya diganti dengan haji badal, itu tidak mungkin dilakukan karena prosedurnya harus dari awal,” paparnya.
Untuk itu, Kemenag Kabupaten Lumajang secara berjenjang melaporkan kosongnya kursi CJH dari kloter Kabupaten Lumajang ke Kemenag Provinsi Jatim yang selanjutnya meneruskan ke Panitia Haji Nasional.
Meninggalnya seorang CJH menjelang keberangkatan ke tanah suci ini, juga disampaikan secara terbuka oleh pada 711 CJH yang hari ini, dikumpulkan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang dalam rangka mengikuti Manasik Tahap III atau terakhir menjelang keberangkatan.
H Nuril Huda Kepala Kantor Kemenag bersama H M Mudhofar Kasi Haji dan Umroh bersama-sama seluruh jamaah membacakan do’a kepada Almarhum Khoirul. Dan jajaran Kemenag meminta agar jamaah menjaga kebugaran tubuh untuk memastikan kondisi fisik terjaga selama menjalankan ibadah haji selama di tanah suci. (her/dwi)
Teks Foto :
– Ratusan jamaah haji mengikuti manasik tahap III di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang.
Foto : Sentral FM.
NOW ON AIR SSFM 100
