Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan, pertumbuhan awan hujan yang signifikan belum terpantau di wilayah Jawa Timur pada Rabu (23/12/2015).
Pernyataan ini menyusul peringatan dini cuaca ekstrem pada laman BMKG Pusat yang menyebutkan ada potensi hujan lebat di Jawa Timur pada 23 Desember 2015 sampai 25 Desember 2015.
Prita, prakirawan BMKG Juanda mengatakan, intensitas hujan yang diprakirakan akan turun di wilayah Jawa Timur pada Rabu hanya ringan sampai sedang.
Berdasarkan pantauan via radar pada Rabu pagi, awan hujan baru tumbuh di Kota Batu bagian utara, Kabupaten Malang bagian utara dan Kabupaten Pasuruan bagian selatan.
“Kota Surabaya akan turun hujan dengan intensitas ringan sampai sedang pada siang atau sore hari,” katanya kepada suarasurabaya.net, Rabu pagi.
Sekadar diketahui, pada Selasa (22/12/2015) malam, BMKG Pusat merilis peringatan dini cuaca ekstrem pada laman resminya.
Beberapa kondisi disebutkan mendukung proses pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah. Diantaranya, tekanan udara yang rendah di Laut Cina Selatan, di Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa Barat dan di Australia bagian utara dan barat; konvergensi memanjang dari Sumatera bagian tengah hingga Nusa Tenggara; perlambatan kecepatan angin di Sulawesi bagian tengah dan di Papua bagian utara; serta kelembaban udara yang tinggi di sebagian besar wilayah Indonesia.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Maluku bagian tenggara
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang atau puting beliung adalah Nusa Tenggara Timur.(iss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
