Suminah (80) seorang nenek asal Lingkungan Parungsari, RT 11, RW 5, Purwoarjo, Jawa Tengah sempat telantar di Stasiun Gubeng, Surabaya, sejak Rabu (24/5/2017) malam, menunggu kereta tujuan Surabaya – Jember yang berangkat Kamis (25/5/2017) sore.
Suminah adalah penumpang kereta Pasundan dari Yogyakarta ke Surabaya. Dia tiba di Stasiun Gubeng Rabu malam pukul 21.45 WIB. Dia sudah memiliki tiket kereta api ke Jember dari Stasiun Gubeng untuk mengunjungi rumah menantunya.
Namun, Kamis sore tadi, ketika petugas keamanan Stasiun Gubeng membantunya naik ke kereta Logawa, nenek Suminah justru menolak. Dia malah bermaksud balik ke Yogyakarta dengan alasan yang kurang jelas. Petugas pun berupaya membujuk nenek Suminah dan mengira nenek ini tersesat.
Nugroho Anang Prasetyo anggota tim Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya mendapat tugas untuk menjemput nenek Suminah dan bermaksud membawanya untuk sementara waktu tinggal di Liponsos Keputih. “Kami dapat tugas dari atasan,” katanya.
Anang sempat menanyai Suminah, Rabu malam dia tidur di mana? Nenek itu menjawab, lupa. Dia dan beberapa rekannya pun membujuk sang nenek agar mau sementara waktu tinggal di Liponsos. Saat hendak naik ke mobil, ternyata ada seorang laki-laki mengaku sebagai kerabat nenek tersebut.
“Pak Aksan Soleh ini mengaku kerabat nenek ini di Surabaya. Dia kerja di travel Rosalia Indah. Jadi dia bilang dapat kabar dari menantu nenek itu yang tinggal di Jember, meminta supaya menjemput di Stasiun Gubeng. Mungkin tahu dari berita ya. Katanya mau langsung diantar ke Jember malam ini,” katanya.(den)
NOW ON AIR SSFM 100
