Kamis, 22 Januari 2026

Jokowi Minta Kabinetnya Tidak Lewatkan Momentum Investasi

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Joko Widodo Presiden RI dalam sidang kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/8/2017). Foto: Faiz suarasurabaya.net

Berbicara masalah momentum, Joko Widodo Presiden mengatakan kalau saat ini, Indonesia mempunyai momentum kepercayaan internasional. Untuk itu, kata Presiden, para menteri bisa memanfaatkan momentum ini.

“Sekarang ini kita memiliki momentum kepercayaan internasional terhadap negara kita Indonesia. Ini yang harus kita manfaatkan betul-betul secepat-cepatnya. Momentum tidak akan datang dua atau tiga kali. Ini momentumnya sudah ada di tangan,” ujar Presiden dalam sidang kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/8/2017)

Menurut Jokowi, kepercayaan internasional terhadap Indonesia perlu dijaga, agar kepercayaan tersebut terus berlanjut.

“Pertama, layak investasi, investment grade dati Fitch rating, dari Moody”s dan dari S&P. Itu kepercayaan. Yang kedua, Indonesia sebagai tujuan investasi rankingnya dulu delapan, sekarang meloncat ke empat. Ini juga merupakan kepercayaan internasional terhadap kita,” kata Presiden.

Di dalam negeri, kata Jokowi, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah berdasarkan hasil survei Gallup World Poll, juga menempatkan Indonesia pada peringkat pertama sebagai negara yang pemerintahnya dipercaya oleh masyarakat sebesar 80 persen.

“Ini bukan survei yang biasa. Ini survei berkelas. Ini momentum lagi.” ujar Jokowi.

Kemudian di dalam negeri sendiri, menurut Jokowi, rendahnya inflasi juga momentum.

“Inflasi kita 2015,2016 dibawah empat. Ini momentum, jangan sampai momentum-momentum seperti ini tidak dimanfaatkan, kita biarkan lewat dan kita tidak mendapatkan apa-apa,” kata Presiden.

Jokowi menjelaskan, turunnya (BI) 7 days Reverse Repo Rate menjadi 4,5 juga momentum. Sehingga, presiden menilai kalau momentum saat ini bisa dikatakan bertumpuk-tumpuk.

“Jangan sampai tidak ada yang mengerti ada momentum ini. Sehingga kita secepatnya memperbaiki di dalam kementerian masing-masing, lembaga-lembaga yang ada, agar momentum itu betul-betul memberikan manfaat pada rakyat dan pada negara,” tegas Jokowi.

“Peringkat ease of doing bussiness sudah masuk dari 120 ke 106 ke 91. Ini juga sebuah loncatan yang memberikan kepercayaan internasional kepada kita. Kuncinya ada di ivestasi. Pertumbuhan ekonomi kuncinya ada di investasi,” kata Presiden.

Jokowi menegaskan, dari investasi inilah lapangan pekerjaan bisa terbuka, pertumbuhan ekonomi bisa didapatkan.

“Oleh sebab itu, jangan sampai ada kementerian-kementerian yang masih menghambat, belum peduli terhadap momentum ini, sehingga masih bekerja rutinitas, masih bekerja monoton, tidak memiliki terobosan, sehingga ya rutinitas kita akan begini terus,” kata Jokowi.

Presiden juga mengingatkan kepada para menteri, untuk tidak menerbitkan peraturan atau kebijakan tanpa disertai kajian yang mendalam. Sehingga nantinya akan menghambat momentum yang sudah ada gara-gara keluarnya Permen-Permen (Peraturan Menteri) yang tidak melalui kajian, yang tidak melalui rapat terbatas, yang akhirnya akan menghambat masuknya investasi.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Kamis, 22 Januari 2026
25o
Kurs