Sabtu, 29 November 2025

Panglima TNI Hanya Akan Bertanggungjawab Ke Presiden dan DPR Soal Impor Senjata Ilegal

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Jendral Gatot Nurmantyo Panglima TNI, saat diskusi di fraksi PKS DPR RI di gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017). Foto : Faiz Fajaruddin suarasurabaya.net

Jendral Gatot Nurmantyo Panglima TNI menegaskan kalau dia hanya akan mempertanggungjawabkan ucapannya soal isu rencana impor 5000 senjata ilegal kepada Presiden saja.

“Informasi intelijen yang saya dapat hanya boleh diberikan kepada presiden,” ujar Gatot usai menghadiri acara diskusi di fraksi PKS DPR RI di gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Dia mengaku kalau pernyataannya pada Purnawirawan beberapa hari lalu itu bukan informasi intelijen. Karena, kata dia, informasi intelijen harus mengandung siapa, apa yang dilakukan, bilamana kapan waktunya, dimana dan bagaimana.

“Jadi itu yang saya sampaikan kepada presiden. Yang saya sampaikan ke presiden jangan tanyakan saya dong,” tegas Gatot.

Gatot menegaskan, informasi soal adanya rencana impor 5000 senjata ilegal, hanya akan disampaikan ke Joko Widodo Presiden dan DPR RI.

“Saya hanya akan menyampaikan apa yang saya tahu kepada presiden atau saya dipanggil oleh DPR. Diluar itu saya tidak bisa menyampaikan,” kata Panglima TNI.

Dia juga membantah mendapat teguran dari Presiden karena pernyataannya menimbulkan polemik di masyarakat saat ini.

“Siapa yang bilang ditegur? Saya siap melaporkan kepada presiden itu saja. Jawaban presiden tidak boleh saya sampaikan dong,” kata Gatot.

Sejauh ini, Gatot juga mengaku belum pernah membicarakan soal informasi impor 5000 senjata ilegal ini ke Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan.

“Belum, belum ngobrol dengan pak MenHan,” jelas dia.

Panglima mengaku tidak masalah dan justru menghargai kalau ada yang mem-bully (perundungan) di media sosial, karena tiap orang mempunyai persepsi sendiri-sendiri.

“Jadi begini, ibarat kita nonton sepak bola, penonton dari belakang melihat offside,yang samping bilang tidak, saya masa harus marah? dia kan nontonnya di belakang. Jadi orang punya persepsi, saya hargai itu semua,” ujar Gatot.

Dia juga tidak merasa ada miskomunikasi (salah komunikasi) dengan lembaga lain. Kalau ada miskomunikasi atau tidak, itu hanya dengan Presiden.

“Kalau miskomunikasi atau tidak itu hanya presiden dan saya, dan itu saya pegang,” ujar dia.

Gatot menjelaskan kalau hubungan dengan lembaga lain baik baik saja. Justru, dia tidak berbicara itu karena baik baik saja. Tapi, Gatot menyampaikan bahwa dalam satu negara ada aturan, sehingga dia hanya meluruskan saja

Sebelumnya, Jendral Gatot Nurmantyo Panglima TNI menyampaikan, ada institusi yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia dengan mencatut nama Joko Widodo (Jokowi) Presiden agar rencana itu mulus.

“Ada kelompok institusi yang akan membeli 5000 pucuk senjata, bukan militer, ada itu pak, ada yang memaksa,” ujar Panglima TNI saat berpidato di hadapan para Purnawirawan Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan serta Perwira Tinggi TNI dalam acara “Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI” di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017) malam.

Gatot menyampaikan kalau TNI akan mengambil tindakan tegas jika hal tersebut dilakukan, tidak terkecuali apabila pelakunya dari keluarga TNI sendiri, bahkan seorang jenderal sekalipun.

“Sehingga suatu saat apabila kami-kami yang yunior ini melakukan langkah yang di luar kepatutan pada senior, itu hanya (tindakan) kami sebagai Bhayangkari. Tidak semua TNI memang bersih. Jujur saya katakan, ada yang punya keinginan dengan cara amoral untuk mengambil jabatan. Dan saya berjanji, mereka akan saya buat merintih tidak hanya menangis, biarpun itu Jenderal,” ujar dia tegas.(faz/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Sabtu, 29 November 2025
28o
Kurs