Joko Widodo Presiden menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya lebih dari 100 orang tenaga medis, di tengah perjuangannya mengatasi wabah Covid-19.
Pernyataan itu disampaikan Fadjroel Rachman Juru Bicara Presiden, melalui pesan elektronik yang diterima suarasurabaya, Selasa (2/9/2020).
Jokowi, kata Fadjroel, mengingatkan seluruh warga masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan supaya tidak tertular atau menularkan penyakit, sekaligus meringankan kerja para tenaga medis.
“Pemerintah juga tidak henti-hentinya mengajak setiap orang disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, sehingga rumah sakit dan tenaga medis tidak kewalahan menangani pasien Covid-19,” ujarnya.
Lebih lanjut, Juru Bicara Presiden menyampaikan tiga strategi pemerintah untuk mendapatkan vaksin khusus Covid-19.
Pertama, mencari vaksin yang diproduksi pihak mana pun di seluruh dunia. Strategi kedu, kerja sama riset dan produksi antara BUMN farmasi, perguruan tinggi, lembaga dalam dan luar negeri.
Kemudian yang ketiga, mengembangkan Vaksin Merah Putih yang melibatkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional.
Sekadar informasi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat dari Maret sampai Agustus 2020 sudah ada 100 orang dokter yang meninggal dunia karena terinfeksi Virus Corona.
Para dokter yang gugur berasal dari sejumlah daerah di Jawa, Sulawesi, Bali, Sumatera, Kalimantan, Kepulauan Riau, sampai Papua.
Berdasarkan data IDI, jumlah dokter yang meninggal akibat Covid-19 paling banyak di Jawa Timur sebanyak 25 dokter, kemudian di Sumatera Utara 15 dokter, dan di DKI Jakarta ada 14 dokter.(rid/dfn/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
