
Cuaca panas antara 35–42 derajat Celcius menyambut para jemaah haji Indonesia yang mulai berdatangan ke Makkah dari Madinah.
Pantauan Aini Kusuma Reporter Suara Surabaya di Tanah Suci, sampai Jumat (16/5/2025), kondisi Kota Makkah belum terlalu padat, sehingga jemaah dapat memaksimalkan waktu untuk beribadah di Masjidil Haram.
Untuk memudahkan aktivitas jemaah, Kementerian Agama RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan layanan bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam. Layanan ini diperuntukkan bagi jemaah yang ingin menunaikan salat lima waktu maupun ibadah umrah.
Adapun supaya layanan ini berjalan optimal, PPIH mengimbau jemaah Indonesia untuk mencatat dan memperhatikan sejumlah hal penting terkait penggunaan bus shalawat.
Di antaranya, menghafalkan rute bus menuju hotel, menempelkan kartu rute bus pada pakaian atau tas, memperhatikan rute bus dan halte tempat turun. Selain itu, jemaah juga diminta tak ragu minta bantuan petugas yang tersebar di terminal, area masjid, dan sekitar hotel.
Bus shalawat sendiri dilengkapi AC dan memiliki kapasitas 70 orang. Bagi jemaah berkebutuhan khusus, telah disiapkan bus inklusif yang ramah pengguna kursi roda.
Perlu dicatat, bus shalawat tidak berhenti di sembarang jalan. Bus akan menjemput jemaah dari shelter resmi dekat hotel dan langsung menuju terminal di sekitar Masjidil Haram tanpa berhenti di tengah jalan.
Setelah turun di terminal, jamaah bisa langsung menuju Masjidil Haram atau melanjutkan ke tujuan lain, asalkan tetap mencatat dengan jelas rute, nama dan lokasi hotel, serta sektor tempat tinggal.
Sementara bagi jemaah yang ingin salat Jumat di Masjidil Haram, disarankan berangkat paling lambat pukul 10.00 pagi agar mendapat tempat dan terhindar dari paparan panas berlebih. Usai salat, jemaah juga dianjurkan menunda kepulangan selama 30 menit guna menghindari antrean panjang saat naik bus kembali ke hotel. (ain/bil/ipg)