Minggu, 31 Agustus 2025

Imigrasi Indonesia Deportasi Sembilan WNA Pelaku Love Scamming

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Direktorat Jenderal Imigrasi mendeportasi dan memasukkan ke dalam daftar cekal sembilan warga negara asing yang diduga terlibat dalam tindak pidana penipuan berkedok percintaan (love scamming). Foto: Antara/Ditjen Imigrasi.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mendeportasi dan memasukkan ke dalam daftar cekal sembilan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat tindak pidana penipuan berkedok percintaan (love scamming) secara daring.

Yuldi Yusman Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan dan barang bukti, para WNA tersebut dijerat Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Karena melanggar izin tinggal dengan melakukan penipuan secara online dengan modus operandi love scamming yang berujung pada pemerasan korban,” kata Yuldi dalam keterangan resmi, Rabu (9/7/2025), seperti dilaporkan Antara.

Enam dari sembilan WNA itu terdiri atas empat warga Tiongkok, satu warga Ghana, dan satu warga Nigeria yang ditangkap dalam operasi pengawasan di wilayah Jakarta Utara pada Rabu, 11 Juni 2025.

Sementara itu, dua orang lainnya yang merupakan warga Tiongkok ditangkap di sebuah kawasan di Bali pada Kamis tanggal 19 Juni 2025 berdasarkan pengembangan dari pemeriksaan satu warga Tiongkok yang dilakukan di Ditjen Imigrasi pada 16 Juni 2025.

Dari operasi di Jakarta Utara, petugas menemukan barang bukti berupa 40 unit gawai dan dua unit tablet merek iPad.

Sementara di Bali, petugas menyita 76 unit gawai, tujuh unit iPad, dan tiga unit laptop yang diduga digunakan untuk melancarkan aksi penipuan.

Selain itu, pemeriksaan lanjutan juga menemukan adanya grup obrolan (chat) love scamming Jakarta dan grup chat love scamming Bali.

“Kami dapati masih ada tiga warga negara RRT (Republik Rakyat Tiongkok) lain di grup love scamming Jakarta dan tujuh warga negara RRT di grup love scamming Bali yang telah kami masukkan ke daftar cekal Ditjen Imigrasi,” kata Yuldi.

Dia menambahkan, pelaku warga Tiongkok menargetkan korban sesama asal Tiongkok. Sementara pelaku warga Ghana dan Nigeria menyasar warga negara asing.

“Kami tegaskan Ditjen Imigrasi akan terus meningkatkan pengawasan, bertindak tegas, dan tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran keimigrasian. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif melaporkan keberadaan WNA yang mencurigakan ke kantor imigrasi terdekat,” tandas Yuldi.(ant/ham/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil di Jembatan Suramadu, Kondisinya Ringsek

Kecelakaan Bus Tabrak Belakang Truk di KM 749 Tol Sidoarjo-Waru

Pajero Masuk Sungai Menur Pumpungan

Kecelakaan Truk Tabrak Gardu Tol di Gate Waru Utama

Surabaya
Minggu, 31 Agustus 2025
32o
Kurs