Sabtu, 30 Agustus 2025

MUI Ajak Masyarakat Hentikan Demo yang Bersifat Anarkis

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kondisi pos pantau di kawasan Taman Bungkul, Surabaya, pada Jumat (29/8/2025). Foto: Akira suarasurabaya.net

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat untuk menghentikan aksi demo yang bersifat anarkis hingga menimbulkan kerusakan dan kerusuhan bagi publik.

Masduki Baidlowi Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI di Jakarta, Jumat (29/8/2025), mengimbau kepada para pendemo yang sekarang masih berada di lapangan agar pulang ke rumah masing-masing.

“Demo adalah hak warga negara, tetapi ketika sudah menimbulkan kerusakan, keresahan, dan kesulitan bagi publik, saya kira itu harus dihentikan, oleh karena itu, kita juga mengimbau supaya para pendemo pulang ke rumah masing-masing dan tidak menimbulkan kesulitan bagi masyarakat lain,” ujar dia seperti dilaporkan Antara.

Menurutnya, demo yang menimbulkan kerusuhan juga akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari masyarakat, utamanya bagi masyarakat menengah ke bawah yang masih harus mencari nafkah.

“Dan itu saya kira penting kan bagi masyarakat (mencari nafkah), terutama masyarakat di bawah, sehingga dengan demikian demo tolong dihentikan, jangan sampai menimbulkan anarki dan kerusakan-kerusakan, itu imbauan dari MUI,” ucapnya.

Sebelumnya, Hardiyanto Kenneth Anggota DPRD DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi, namun tetap kritis terhadap nilai keadilan serta kemanusiaan, termasuk apa yang terjadi kepada pengemudi ojek daring, almarhum Affan Kurniawan (21).

“Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum introspeksi bersama agar kota ini menjadi ruang hidup yang aman, manusiawi dan berkeadilan bagi semua warganya,” kata setelah berkunjung ke rumah duka.

Ia menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa Affan Kurniawan (21), yakni dilindas kendaraan taktis (rantis) milik kepolisian.

Bang Kent –sapaan akrabnya– menegaskan musibah ini tidak hanya menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi duka bagi seluruh masyarakat.

Menurut dia, pengemudi ojol adalah “pejuang jalanan” yang setiap hari bekerja keras demi menghidupi keluarga, sekaligus melayani kebutuhan transportasi masyarakat.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Mobil di Jembatan Suramadu, Kondisinya Ringsek

Kecelakaan Bus Tabrak Belakang Truk di KM 749 Tol Sidoarjo-Waru

Pajero Masuk Sungai Menur Pumpungan

Kecelakaan Truk Tabrak Gardu Tol di Gate Waru Utama

Surabaya
Sabtu, 30 Agustus 2025
30o
Kurs