Sejumlah negara seperti Jepang, Inggris, Kanada, Amerika Serikat, dan beberapa negara Asia tengah mencatat lonjakan kasus influenza subtipe H3N2 varian baru, yang dikenal sebagai H3N2 Subclade K. Varian ini termasuk dalam kelompok influenza A dan dilaporkan memiliki tingkat penularan lebih cepat dibanding strain pendahulunya.
Di Indonesia, varian tersebut belum terdeteksi, namun peningkatan influenza tetap terjadi. Data hingga minggu ke-40 tahun 2025 menunjukkan kenaikan kasus influenza sebesar 55 persen dibanding bulan sebelumnya, didominasi oleh influenza A (H1N1Pdm09) dan influenza B (Victoria).
Ari Baskoro, pengajar senior Divisi Alergi-Imunologi Klinik Fakultas Kedokteran Unair Surabaya menyebut lonjakan global ini perlu menjadi perhatian.
“H3N2 Subclade K dilaporkan menular lebih cepat dan memberikan gejala yang lebih berat, terutama pada kelompok rentan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (28/11/2025).
Ia menekankan bahwa masyarakat kerap menganggap influenza sama dengan selesma, padahal keduanya berbeda dan influenza dapat menimbulkan dampak yang lebih serius. “Gejala influenza memang mirip selesma, tetapi potensi komplikasinya jauh lebih tinggi, terutama pada individu dengan sistem imun lemah,” jelasnya.
Gejala influenza meliputi batuk, pilek, demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga sesak napas. Pada sebagian besar orang dengan imunitas baik, penyakit ini dapat sembuh sendiri. Namun pada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, lansia, serta penderita komorbid seperti asma, PPOK, dan perokok, risikonya bisa menjadi berat hingga fatal.
Ari menekankan pentingnya pencegahan dasar seperti perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker, serta menghindari kerumunan di ruang tertutup. Ia juga menyoroti pentingnya vaksinasi influenza, terutama bagi kelompok rentan. “Vaksin influenza trivalen masih efektif mencegah penularan. Karena virus terus berevolusi, vaksin harus diperbarui setiap tahun,” pungkasnya.
Dengan situasi global yang menunjukkan tren lonjakan, masyarakat Indonesia diimbau untuk tetap waspada dan memperkuat upaya pencegahan harian. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
