Sabtu, 29 November 2025

Ribuan Hektare Lahan Pertanian Warga Kabupaten Solok Terendam Banjir

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Heril Wandi Wali Nagari (Dusun) Aia Dingin bersama Polsek Kecamatan Lembah Gumanti saat memberikan bantuan beras dan sembako ke warga terdampak banjir di Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumbar. Foto: Antara

Ratusan hektare lahan pertanian warga di Nagari (Desa) Aia Dingin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) terendam banjir bandang akibat tingginya intensitas hujan di daerah itu beberapa hari terakhir.

Heril Wandi, Wali Nagari Aia Dingin di Alahan Panjang, Sabtu (29/11/2025), mengatakan selain lahan pertanian, banjir bandang tersebut juga menghanyutkan enam rumah warga dan enam kendaraan roda dua.

“Banjir bandang diperkirakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (27/11/2025),” ujar dia.

Banjir bandang tersebut berasal dari luapan air sungai daerah setempat. Merendam dua jorong (Dusun), yakni Jorong Koto dan Jorong Data.

Data terdampak 1 rumah hanyut terbawa arus dan 1.150 hektare lahan terseret luapan air sungai. Kemudian, di Jorong Koto terdampak 152 hektare lahan dan empat rumah rusak.

Wandi mengatakan saat ini masyarakat terdampak banjir bandang sudah mengungsi ke rumah sanak famili mereka. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut.

Pemerintah nagari setempat bersama Kapolsek Lembah Gumanti telah menyerahkan bantuan berupa beras dan sembako ke masyarakat terdampak banjir di Nagari Air Dingin.

Selain di Jorong Koto Nagari Aia Dingin, bencana longsor juga terjadi di Jorong Aia Sonsang yang menimbun lahan pertanian warga. Serta sekolah SDN 34 di Nagari Aia Dingin mengalami keretakan.

“Kami telah menginformasikan peristiwa banjir ini ke Pemkab Solok. Namun, kami tetap memberikan pemahaman ke masyarakat setempat agar bersabar menunggu bantuan. Karena saat ini hampir seluruh daerah di Kabupaten Solok terdampak bencana hidrometeorologi,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat Nagari Air Dingin dan sekitarnya agar lebih meningkatkan kewaspadaan akan potensi bencana alam hidrometeorologi, karena cuaca masih ekstrem.

“Terutama bagi masyarakat yang berada di pinggiran sungai agar mencari tempat yang lebih aman. Karena tidak tertutup kemungkinan akan ada luapan sungai susulan. Mengingat cuaca masih hujan badai,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kepala dusun setempat juga telah mengingatkan kepada masyarakat melalui pengeras suara di masjid agar lebih waspada dan berhati-hati dengan bencana hidrometeorologi. (ant/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Sabtu, 29 November 2025
32o
Kurs