Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara terdampak banjir. Hal ini mengakibatkan sebagian warga mengungsi ke berbagai tempat mulai kantor camat, masjid, gereja, dan posko- posko yang didirikan pemerintah daerah setempat.
Syah Afandin Bupati Langkat mengatakan, kecamatan yang terdampak banjir tersebut adalah Kecamatan Brandan Barat, Gebang, Besitang, Babalan, Sei Lepan, Stabat, Sawit Seberang, Tanjung Pura, Batang Serangan, Wampu, Secanggang, Pematang Jaya, Hinai, dan Padang Tualang.
“Rata rata ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga dua meter,” katanya dilansir dari Antara pada Sabtu (29/11/2025).
Selain pemukiman warga yang terendam, banjir juga berdampak pada rusaknya fasilitas umum rusak, lahan pertanian, perkebunan, peternakan, akses jalan terputus, tiang listrik tumbang, dan jaringan komunikasi terputus.
Sampai saat ini, Pemkab bersama Polri, TNI, dan para relawan lainnya terus bahu membahu mengirimkan berbagai bantuan ke lokasi bencana.
“Namun, ada yang masih terkendala di lapangan akibat tingginya air di lokasi desa yang di tuju, jadi ada yang belum tertembus, namun bantuan terus diupayakan agar sampai kepada warga yang terdampak,” katanya.
Sementara itu, Polres Langkat juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir berupa makanan siap saji di Stabat.
Iptu Jekson Situmorang Kasi Humas Polres Langkat mengatakan, bantuan sosial diberikan kepada warga yang mengungsi pada lima titik posko banjir di wilayah Kecamatan Stabat yaitu posko Dusun IIIB Serba Jadi, posko Dusun Nilia Bakti Desa Karang Rejo, posko Dusun V Serba Jadi Desa Karang Rejo, Kantor Kelurahan Kwala Bingai, Kantor Kelurahan Sidomulyo.
“Kegiatan itu bertujuan memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan dukungan logistik yang memadai selama masa tanggap darurat banjir, katanya. (ant/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
