Sabtu, 29 November 2025

Peluncuran 14 Buku Dongeng Anak Jadi Pembuka Festival Dongeng Surabaya 2025

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Inge Ariani Safitri Founder Kumpul Dongeng (kiri) menyerahkan buku ke perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Jatim dalam gelaran FDS 2025, Sabtu (29/11/2025). Foto: Akira suarasurabaya.net

Dalam memperingati Hari Dongeng Nasional yang jatuh pada 28 November 2025, komunitas Kumpul Dongeng Surabaya menggelar Festival Dongeng Surabaya 2025, di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Jatim.

Inge Ariani Safitri Founder Kumpul Dongeng menerangkan, sebagai pembuka gelaran FDS 2025, pihaknya sekaligus meluncurkan 14 buku dongeng yang mengeksplorasi tentang Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics (STEAM).

“Hari ini kami membuka FDS 2025 dengan perilisan buku dongeng. Selai itu, di FDS 2025, kami juga menggelar workshop ilustrasi dan dongeng, menampilkan tarian dari dari sanggar, dan menyanyi dengan bahasa isyarat,” katanya ditemui suarasurabaya.net pada Sabtu (29/11/2025).

Inge mengatakan, FDS digelar secara rutin tiap tahunnya dengan menampilkan tema berbeda. Tahun ini, FDS mengusung tema tentang “Menjelajah Semesta”.

Tema ini, kata Inge, tidak hanya dipakai untuk acara tapi juga dalam merancang buku dongeng dan membuat ilustrasi.

“Tahun ini temanya Menjelajah Semesta, menyesuaikan dengan apa yang ingin kita bangun. Karena setiap tahun kami juga ada kelas menulis untuk relawan. Dari kelas menulis, kita bukukan dan bekerja sama dengan ilustrator DKV ITS,” jelasnya.

Luwitaningsari Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Jatim menambahkan, kalau acara ini merupakan kerjasama yang dijalin sejak 2015 lalu dan masih terus berlanjut hingga kini.

Wita sapaan akrabnya, mengungkapkan kalau gelaran ini memang untuk meningkatkan minat baca anak-anak sejak dini.

“Caranya nggak cuma membaca saja. Ada juga lewat workshop, menulis konten, dan bedah buku,” katanya.

Sementara itu, lewat gelaran ini Inge berharap akan makin banyak orang tua, guru, dan masyarakat yang meyakini kalau dongeng masih menjadi media paling efektif untu menyampaikan pesan pada anak-anak dan mempererat bonding.

“Selain itu, juga semakin banyak penggerak dari kalangan muda yang mau bersama menyebarluaskan semangat dongeng ke masyarakat, dengan harapan literasi anak di Jatim kian meningkat,” tutupnya. (kir/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Sabtu, 29 November 2025
27o
Kurs