Gerakan Pramuka Jawa Timur (Jatim) menegaskan perannya sebagai kekuatan sosial yang aktif mendukung pencapaian target net zero emission melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.
Berbasis pendidikan karakter dan nilai-nilai Dasa Dharma, Pramuka mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan yang diwujudkan lewat kegiatan konkret dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Berbagai program lingkungan telah dijalankan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jatim. Mulai dari pembiasaan hidup bersih, pengelolaan sampah berbasis 3R, penghijauan, konservasi energi, hingga upaya mitigasi perubahan iklim.
Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan yang tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diwujudkan melalui tindakan langsung.
Salah satu contoh implementasi program tersebut terlihat dalam kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bakti Masyarakat yang digelar Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur pada 3–4 Desember 2025.
Dalam kegiatan tersebut, aksi bersih pantai dan penanaman mangrove di kawasan Pantai Cengkrong, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, menjadi bagian dari rangkaian agenda. Penanaman mangrove dipilih karena perannya yang strategis dalam menyerap karbon, menahan abrasi, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, yang sejalan dengan agenda penurunan emisi karbon.
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah menegaskan, pelestarian lingkungan merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan. Menurutnya, keterlibatan Pramuka dalam aksi lingkungan menunjukkan bahwa upaya menuju net zero emission harus menjadi gerakan kolektif lintas generasi.
“Menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan. Apa yang dilakukan Pramuka hari ini adalah investasi ekologis bagi generasi berikutnya,” ujar Khofifah di sela kegiatan.
Khofifah menilai Pramuka memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan karena mampu menjangkau generasi muda hingga ke tingkat akar rumput. Da juga menekankan bahwa pencapaian target net zero emission tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Dalam konteks ini, Gerakan Pramuka dinilai mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dengan ekosistem mangrove terluas di dunia. Potensi tersebut, menurut Khofifah, harus dijaga melalui keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi kepemudaan seperti Pramuka, agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. (saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
