Kisdam kembali terpasang di kali kawasan Sukolilo Dian Regency 1 Surabaya setelah sebelumnya sudah dibongkar karena diprotes warga setempat.
Warga setempat memprotes pemasangan kisdam dan pembangunan proyek Jembatan di kali tepi Jalan Bahagia 1, Sukolilo Dian Regency 1 Surabaya karena diduga menjadi penyebab banjir.
Achmad Fida’ Fajar Febriansyah Lurah Keputih, Sukolilo, Surabaya mengatakan bahwa pihaknya langsung meninjau ke lokasi, setelah masuk laporan dari warga setempat terkait pemasangan kisdam.
“Kondisi hari ini, kami dari kelurahan mendapatkan laporan bahwa ada aktivitas pemasangan kisdam lagi. Yang mana, pada hari Jumat kemarin sudah dilakukan pembongkaran, kok sekarang dipasang lagi. Setelah kami ke lapangan, ternyata betul adanya pemasangan kisdam,” katanya di lokasi pembangunan jembatan pada Senin (5/1/2026).
BACA JUGA: DPRD Surabaya Janji Tindak Lanjuti Keluhan Warga Keputih Terkait Proyek Jembatan
BACA JUGA: Warga Keputih Surabaya Tolak Pembangunan Jembatan, Diduga Menjadi Penyebab Banjir
Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak pembuat proyek Jembatan untuk segera dilakukan pembongkaran kisdam lagi.
“Alhamdulillah, tadi Pak Pimpronya menyanggupi hari ini akan dilepas. Nah ini masih saya tunggu, aktivitasnya seperti bagaimana, khawatirnya dia cuma janji,” ucapnya.
Pihaknya ingin, pembongkaran kisdam di kali tersebut benar-benar dilakukan hari ini, karena menurut pengakuan warga juga telah menyebabkan kawasan tersebut banjir, padahal sebelumnya tidak pernah terjadi banjir.
“Hari ini harus dipastikan pembongkaran kisdam itu. Pokok hari ini kami tunggu sampai ada aktivitas pembongkarannya,” ucapnya.
Sehari sebelumnya, warga Keputih Surabaya yang tinggal di kawasan Sukolilo Dian Regency 1 sudah menyatakan penolakan terhadap pembangunan jembatan yang dianggap ilegal tersebut dengan datang ke lokasi langsung.
Dicky Arganoya lawyer warga Sukolilo Dian Regency 1 mengatakan bahwa proyek tersebut meresahkan warga karena menyebabkan banjir, bahkan masjid di kawasan tersebut juga terdampak.
“Dampaknya banjir, ketinggian hampir 15 sampai 20 cm. Mulai banjirnya dari tahun baru, karena pengerjaan sebelum tahun baru, akhir Desember,” katanya.
Ia menjelaskan, bahwa permasalahan pembangunan proyek tersebut berawal dari adanya klaim atas Jalan Bahagia 1 Sukolilo Regency 1 oleh mantan pemilik perumahan, yang sebelumnya telah menjual ke perusahaan lain.
“Dari pengakuannya, belum menjual Jalan Bahagia 1. Yang menjadi dasar mereka itu hanya surat pernyataan, bukan perjanjian jual beli, bukan akte jual beli, bukan SHGB juga,” jelasnya.
“Dan setelah kita surati ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, itu menyatakan bahwa Jalan Bahagia 1 itu merupakan set plan dari Sukolilo Dian Regency 1, sehingga itu bukan merupakan punyanya dia (pemilik sebelumnya) lagi, karena sudah dibeli oleh perusahaan yang sekarang,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ada perusahaan lain yang merasa memiliki legalitas untuk membangun jembatan tersebut, sehingga munculah proyek yang menyebabkan banjir di kawasan itu.
“Apa legalitasnya? Dia sudah mendapatkan persetujuan dari DSDABM Surabaya. Nah itu yang kita tanyakan pada lurah dan camat, kenapa kajian dari dinas air itu tidak tepat, seharusnya awal permohonan terhadap penyewaan sungai dari Dinas Air itu harus tinjau lokasi. Nah kenapa kok bisa persetujuan itu bisa keluar. Selain itu juga ada persetujuan Wali Kota terhadap penetapan harga,” ucapnya.
Pihaknya ingin segera ada pertemuan dengan berbagai pihak terkait untuk mengatasi masalah yang dikeluhkan oleh warga setempat.
Eri Irawan Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya mengatakan bahwa pihaknya sedang menjadwalkan pertemuan antar pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah itu.
“Kita akan kumpulkan semua stakeholder, ada sinas, kemudian ada 3 perumahannya di sini, kita akan cari solusi bersama terkait dengan permasalahan banjir ini untuk jangka pendeknya,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
