Senin, 12 Januari 2026

Ratusan Orang Meninggal Akibat Kerusuhan Iran, DPR Minta Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Oleh Soleh anggota Komisi I DPR RI. Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Oleh Soleh Anggota Komisi I DPR RI meminta pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan menyusul gelombang demonstrasi besar di Iran yang dilaporkan telah membuat sekitar 500 orang meninggal.

Ia menegaskan, keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) harus menjadi fokus utama negara.

Menurut Oleh, situasi keamanan di Iran yang terus memburuk tidak boleh dipandang sebelah mata, terutama bagi WNI yang tinggal atau bekerja di wilayah tersebut.

“Dalam kondisi seperti ini, perlindungan terhadap WNI harus menjadi prioritas. Kementerian Luar Negeri perlu memastikan seluruh warga kita berada dalam keadaan aman,” kata Oleh Soleh dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).

Ia menilai Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran harus bergerak cepat dan proaktif.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain pendataan ulang lokasi WNI, penguatan jalur komunikasi darurat, serta pemantauan ketat terhadap titik-titik rawan konflik.

“KBRI harus memastikan tidak ada WNI yang berada di sekitar pusat demonstrasi. Situasinya sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban,” ujarnya.

Dia juga mendorong pemerintah menyiapkan rencana kontinjensi sejak dini, termasuk opsi evakuasi apabila eskalasi kerusuhan terus meningkat.

“Negara tidak boleh menunggu kondisi benar-benar darurat. Antisipasi dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak sekarang,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan, Oleh memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di Iran dan mendorong koordinasi lintas kementerian untuk menjamin perlindungan maksimal bagi seluruh WNI.

Seperti diketahui, demonstrasi di Iran telah berlangsung selama dua pekan terakhir dan meluas ke berbagai wilayah. Aksi yang awalnya dipicu oleh melonjaknya inflasi tersebut berkembang menjadi gerakan politik, dengan tuntutan terhadap perubahan kepemimpinan nasional. (faz/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 12 Januari 2026
24o
Kurs