Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menyerukan warga Iran untuk terus berdemonstrasi dan mencatat nama-nama pejabat yang menindas mereka. Sementara pemerintah Iran memperketat tindakan terhadap protes terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
“Para patriot Iran, TERUSLAH BERPROTES – KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA KALIAN!!!… BANTUAN AKAN SEGERA DATANG,” tulis Trump di akun Truth Social pada Selasa (13/1/2026) waktu setempat, tanpa merinci bentuk bantuan yang dimaksud.
Ia menegaskan telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai “pembunuhan tanpa akal sehat” terhadap demonstran berhenti.
Dilansir dari Reuters, Trump juga meminta warga Iran “menyelamatkan nama para pembunuh dan pelaku kekerasan… karena mereka akan membayar harga yang sangat mahal.”
Sementara itu, pemerintah Iran menuduh Trump mendorong destabilisasi politik dan menghasut kekerasan. Pejabat Iran melaporkan sekitar 2.000 orang tewas, jumlah pertama yang mereka umumkan sejak dua minggu kerusuhan melanda seluruh negeri.
Data kelompok hak asasi manusia berbasis di AS, HRANA, menyebut dari 2.003 korban yang terkonfirmasi, 1.850 adalah demonstran, dan 16.784 orang ditahan — angka yang meningkat tajam dibandingkan laporan sebelumnya.
Ketika ditanya soal “bantuan sedang dalam perjalanan,” Trump mengatakan warga Iran harus mencari tahu sendiri. Ia menambahkan bahwa opsi militer termasuk dalam pertimbangan untuk menanggapi tindakan keras pemerintah Iran.
“Pembunuhan itu tampaknya signifikan, tetapi kita belum tahu pasti,” kata Trump, menegaskan akan menindaklanjuti setelah menerima laporan terbaru tentang protes pada Selasa malam.
Departemen Luar Negeri AS juga mengimbau seluruh warga Amerika untuk segera meninggalkan Iran, termasuk melalui jalur darat via Turki atau Armenia. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
