Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menggelar pasar murah di Balai Banjarsari, Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik sebagai instrumen untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat di awal tahun 2026.
“Pasar murah merupakan strategi Pemprov Jawa Timur untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya di tengah dinamika harga pangan yang fluktuatif pada awal tahun,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Dalam pasar murah ini, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga di bawah pasaran. Antara lain seperti beras premium seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp22.000 per pack.
Kemudian tepung terigu seharga Rp10.000 per kilogram, bawang putih sinco Rp6.000 per 250 gram, serta bawang merah Rp7.000 per 250 gram. Khofifah menyebut, semua komoditas disediakan dengan stok yang cukup supaya dapat diakses oleh warga sekitar.
Khofifah menjelaskan program pasar murah sudah dilakukan di berbagai titik di Jatim. Program ini menjadi instrumen menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah periode meningkatnya harga kebutuhan rumah tangga.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” jelasnya.
Gubernur Jatim itu juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan dalam kondisi aman. Meski begitu, aspek keterjangkauan harga tetap menjadi perhatian utama pemerintah agar tidak memberatkan masyarakat.
“Stok pangan kita aman. Yang perlu terus kita jaga adalah agar harga tetap terjangkau. Karena itu, intervensi pasar seperti pasar murah ini akan terus kita lakukan di berbagai daerah,” tuturnya.(wld/ily/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
