Stok golongan darah O di Kota Surabaya masih mengalami kondisi kritis selama dua pekan ke belakang di tengah meningkatnya permintaan kebutuhan di berbagi rumah sakit terutama RSUD dr. Soetomo yang merupakan rumah sakit rujukan terbesar.
Dokter Wandai Rasoetedja Kepala Bagian Pelayanan dan Humas PMI (Palang Merah Indonesia) Surabaya mengatakan total kantong dari semua golongan saat ini mencapai 300 stok. Sementara golongan darah O hanya tinggal 25 kantong.
Untuk itu PMI Surabaya terus menggencarkan informasi pendonoran darah untuk mencukupi kebutuhan kantong darah golongan O.
“Untuk golongan darah O stoknya sekitar 20 sampai 25 kantong, itu pun masih bergulir karena ada yang sedang dalam proses,” ujar dr. Wandai saat ditemui di Kantor PMI Surabaya, Kamis (15/1/2026).

Menurut dr. Wandai, fenomena kritisnya golongan darah O ini terjadi karena permintaan yang meningkat signifikan dibandingkan golongan darah lainnya.
“Bukan karena pendonornya menurun, tapi karena permintaan dari rumah sakit sangat tinggi, khususnya untuk golongan darah O,” jelasnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, PMI Surabaya melakukan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi melalui media sosial, Radio Suara Surabaya, hingga menggelar kegiatan donor darah keliling.
Selain itu PMI Surabaya juga berkolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk TNI dan Polri, untuk menggerakkan anggotanya supaya mendonorkan darah.
“Alhamdulillah banyak bantuan. Kita terus melakukan mobil unit donor, woro-woro di media sosial, radio, dan bekerja sama dengan instansi seperti TNI dan Polri,” tambahnya.
Sementara itu, dr. Wandai memastikan stok darah untuk golongan lain seperti A, B, dan AB dalam kondisi aman. Dia juga menyebut penyebab tingginya permintaan golongan darah O belum dapat dipastikan sampai saat ini.
“Ini tidak bisa diprediksi. Dulu pernah juga kejadian golongan darah A yang kritis. Sekarang giliran golongan darah O. Kita juga belum tahu fenomena apa yang menyebabkan permintaannya lebih tinggi,” ungkapnya.(wld/ily/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
