Minggu, 18 Januari 2026

Pemprov Rehabilitasi dan Revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB di Pasuruan dan Probolinggo

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat meresmikan sarana fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jatim beberapa waktu lalu. Foto: Pemprov Jatim

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) merehabilitasi dan merevitalisasi 22 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di wilayah Pasuruan dan Probolinggo.

Program ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus menyediakan ruang belajar yang lebih layak bagi peserta didik.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) menegaskan, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah merupakan bentuk komitmen nyata Pemprov dalam mencetak generasi emas yang kompetitif dan berkarakter.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam menyediakan ruang belajar yang layak bagi putra-putri Jawa Timur guna mencetak generasi emas yang kompetitif dan berkarakter,” kata Khofifah dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).

Menurut Khofifah, peresmian sarana dan prasarana sekolah tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan fasilitas fisik semata, tetapi juga sebagai penguatan kualitas dan makna proses pembelajaran di sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah merupakan ruang tumbuh bagi nilai, karakter, serta mimpi peserta didik.

“Sekolah adalah tempat membangun masa depan. Karena itu, pemenuhan sarana dan prasarana menjadi bagian dari upaya menjaga martabat pendidikan dan masa depan generasi muda,” ujarnya.

Program rehabilitasi dan revitalisasi ini juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat dan ramah anak. Mulai dari ruang kelas yang aman dan nyaman, sanitasi yang layak, fasilitas pembelajaran yang memadai, hingga lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Di wilayah Pasuruan, program ini menyasar 16 sekolah dengan total anggaran sebesar Rp16,33 miliar. Sementara di wilayah Probolinggo, rehabilitasi dan revitalisasi mencakup enam sekolah dengan alokasi anggaran Rp7,38 miliar.

Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, sekolah swasta memiliki hak yang sama untuk mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan berkualitas.

“Sekolah swasta adalah bagian penting dari sistem pendidikan kita. Mereka memiliki peran besar dan harus mendapatkan perhatian yang sama dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Selain pembangunan fisik, Pemprov Jatim juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan sumber daya manusia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan Bank Talent DNA, sebuah sistem pemetaan potensi dan kompetensi peserta didik.

“Kita sudah punya Bank Talent DNA. Di Indonesia, insya Allah, yang sudah memiliki Bank Talent DNA adalah pendidikan di Provinsi Jawa Timur,” ungkap Khofifah.

Menurut dia, optimalisasi sarana dan prasarana harus diikuti dengan revitalisasi cara mengajar, cara belajar dan kepemimpinan sekolah agar mampu mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. (bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 18 Januari 2026
28o
Kurs