Sebagian warga Iran telah diberikan akses ke internet setelah beberapa hari dilakukan pemadaman internet berskala nasional. Hal itu dilaporkan kantor berita semi resmi Mehr, Sabtu (17/1/2026). Selain internet, pada hari yang sama, negara itu juga memulihkan layanan pesan singkat (SMS).
Melansir Antara, Iran sebelumnya memberlakukan pembatasan yang ketat terhadap akses ke internet global, dan menghentikan layanan SMS pada 8 Januari. Alasannya karena kerusuhan dan serangan teroris yang menargetkan warga sipil, pasukan keamanan, dan bangunan publik.
Pada Senin (12/1/2026) lalu, media setempat mengutip pernyataan otoritas siber tertinggi Iran yang menyatakan bahwa akses internet akan tetap dibatasi hingga pejabat terkait memastikan pemulihan keamanan penuh.
Untuk diketahui, berbagai aksi unjuk rasa terjadi sejak akhir Desember tahun lalu di beberapa kota di Iran, akibat depresiasi tajam nilai tukar mata uang rial.
Otoritas telah mengakui adanya aksi unjuk rasa itu dan menyatakan kesiapan menangani keluhan ekonomi, seraya memperingatkan agar tidak terjadi kekerasan, vandalisme, dan kerusuhan.
Awalnya aksi berlangsung damai. Namun, berbagai aksi unjuk rasa secara bertahap berubah menjadi kekerasan, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan pada fasilitas umum, masjid, gedung pemerintah, dan bank, terutama pada 8 dan 9 Januari.
Otoritas Iran sendiri menuding Amerika Serikat (AS) dan Israel terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
