Clara Claudia warga Bangkalan mengudara di Radio Suara Surabaya usai menjadi korban penipuan oleh pembeli daging jualannya dengan transaksi palsu senilai Rp44 juta.
Kronologi kejadiannya bermula pada Minggu (11/1/2026) terduga pelaku, laki-laki menelepon Clara mengaku berniat membeli daging babi 400 kilogram yang dipromosikan di Instagram dan TikTok.
“Kita deal harga Rp110 ribu per kilogram,” ungkapnya di FM 100, Selasa (20/1/2026) siang.
Awalnya ia tak menaruh curiga, karena pembeli ini berusaha meyakinkan Clara dengan mengirimkan KTP dan NPWP sebagai identitas. Pembeli juga mengirim titik lokasi pengiriman di Sidorame Surabaya, yang diklaim sebagai gudang cold storage.
“Pembeli bilangnya COD-an,” imbuhnya.
Sampai akhirnya terduga pembeli itu minta pengiriman dan pembayaran menggunakan sistem Cash on Delivery (COD) atau di tempat.
Clara sempat ragu, lalu menawarkan ke pembeli tersebut untuk mengirimkan daging dalam jumlah sedikit terlebih dahulu baru kemudian sisanya disusulkan. Namun Clara akhirnya luluh juga dengan keinginan pembeli yang minta pengiriman seluruhnya.
“Ini kan baru pertama kali dapat orderan banyak gitu jadi kalo enggak diambil sayang. Dia minta langsung aja. Itu kan impor saya order ke Jakarta barang datang baru bisa dikirim ke pembeli,” tambahnya.
Begitu barang tiba Kamis (15/1/2026) di gudang penyimpanan di Gedangan Sidoarjo, dua pegawai Clara langsung mengantar ke pembeli. “Saya koordinasi dengan rekan saya di gudang Gedangan, rekan saya nyuruh pegawai dua orang untuk antar,” imbuhnya lagi.
Kemudian pembeli kembali minta pengantaran di pinggir jalan saja, dengan alasan gudang berada di dalam gang yang tidak bisa dijangkau mobil.
“Pegawai sempat curiga, terus pegawai saya tetap minta tanda tangan surat jalan, barang diterima pembeli,” bebernya.
Begitu tiba di lokasi, pembeli ini nampak terburu-buru, langsung menunjukkan bukti transfer Rp44 juta, dan minta daging segera dipindahkan ke kendaraan roda tiga yang ia bawa. Meski di riwayat mutasi tidak masuk, namun pegawai akhirnya memberikan daging ke pembali itu karena merasa kebingungan.
“Sama pegawai dikirim ke rekan saya. Rekan saya mau ngecek mutasi, tapi enggak masuk, udah di-refresh berulang kali enggak masuk. Sedangkan di lokasi orangnya buru-buru terus. Ayo barangnya mana saya sudah transfer, saya lagi banyak kerjaan. Pegawai saya kebingungan jadi langsung dipindahkan ke Tossa (motor roda tiga),” jelasnya.
Hingga saat ini daging itu belum terbayar, WhatsApp pembeli itu aktif, tapi nomor yang tertera tidak bisa lagi dihubungi. Clara langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak di hari yang sama pascakejadian.
Kini berbekal rekaman CCTV dari Balai RW tempat COD berlangsung, Clara berharap terduga pelaku bisa ditemukan. “(Terduga) pelaku mungkin usia 40-an, dari CCTV agak gemuk. Ngaku warga Sidoarjo daerah Gedangan,” tandasnya. (lta/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
