Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu (21/1/2026) di Jakarta, bergerak naik 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.955 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.956 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini dipengaruhi sentimen global, khususnya ancaman tarif Donald Trump Presiden AS terhadap sejumlah negara Eropa.
“Rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp16.910 hingga Rp16.970 hari ini, seiring pelemahan indeks dolar yang terdorong risiko ancaman tarif AS ke Eropa,” ujar Rully Nova analis mata uang
Dilansir dari Antara, Trump sebelumnya mengancam memberlakukan tarif 10 persen mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa, yaitu Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, yang menolak rencana akuisisi Greenland oleh AS. Jika kesepakatan tidak tercapai, tarif bisa meningkat hingga 25 persen mulai 1 Juni.
Kebijakan ini memicu kritik tajam dari pejabat Eropa dan menimbulkan kekhawatiran akan sengketa perdagangan yang lebih luas di kawasan Trans-Atlantik. Rully menambahkan, “Risiko geopolitik terkait Greenland membuat aset dalam dolar lebih berisiko, sementara inflasi AS mulai merangkak naik akibat ancaman tarif tersebut.”
Sementara itu, sentimen domestik masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Pelaku pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen.
“Investor, terutama asing, tetap berhati-hati membeli obligasi pemerintah karena belanja dan penerbitan obligasi yang masih agresif,” tutur Rully. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
