Rabu, 21 Januari 2026

KM Egon Evakuasi 18 Kru KLM Puji Manunggal Sejati yang Tenggelam di Laut Jawa

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Awak Kapal Layar Motor (KLM) Puji Manunggal Sejati yang telah dievakuasi mendapat berthing on arrival setelah bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (21/1/2026). Foto: PT PELNI

Kapal Motor (KM) Egon milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengevakuasi 18 kru Kapal Layar Motor (KLM) Puji Manunggal Sejati yang tenggelam akibat kebocoran lambung kapal, Selasa (20/1/2026).

Captain Suryadi Nahkoda KM Egon menjelaskan, sekarang seluruh korban yang dievakuasi dalam keadaan selamat.

“Saat ini seluruh korban dalam keadaan selamat dan sedang menempuh perjalanan dari Batulicin menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya,” katanya, Rabu (21/1/2026).

​Dia mengungkapkan, upaya penyelamatan berawal saat dirinya menerima panggilan darurat dari Masalembo Radio pada pukul 15.00 local time (LT). Dalam informasi yang dia terima, disebutkan kalau ada kapal yang mengalami kebocoran serius akibat terjangan ombak besar.

​“Setelah menerima laporan itu, kami segera melakukan deviasi atau pengalihan rute perjalanan pada pukul 15.30 LT untuk mendekati lokasi kejadian yang berjarak sekitar 4 mil dari posisi kami,” ungkapnya.

​Dia menambahkan, proses evakuasi berlangsung cukup cepat. Seluruh kru kapal yang terombang-ambing berhasil diangkat ke atas dek KM Egon dalam keadaan selamat.

​“Alhamdulillah, tepat pukul 17.32 LT, sebanyak 18 kru berhasil kami evakuasi. Keselamatan jiwa manusia di laut adalah prioritas utama kami. Setelah semua dipastikan aman, kami melanjutkan pelayaran menuju Surabaya,” tambahnya.

​Sementara itu, Roni Abdullah Kepala Cabang PELNI Surabaya mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan KSOP untuk memprioritaskan penyandaran kapal.

​KM Egon tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, pada Rabu (21/1/2026) pukul 06.00 WIB. Awak kapal yang telah dievakuasi langsung mendapat fasilitas berthing on arrival setelah bersandar tanpa mengantre.

​“Kami telah meminta izin agar KM Egon langsung bersandar setibanya di Tanjung Perak. Ini sangat penting karena para kru yang dievakuasi memerlukan pemeriksaan medis dan perawatan lebih lanjut dari rumah sakit,” terang Roni.

​Evakuasi itu menambah catatan aksi kemanusiaan armada PELNI di awal tahun 2026. Sebelumnya, kapal penumpang PELNI juga melakukan aksi serupa pada Sabtu (17/1/2026).(kir/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 21 Januari 2026
26o
Kurs