Pemerintah Jerman menyatakan belum setuju format gagasan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dari Donald Trump Presiden Amerika Serikat. Stefan Cornelius juru bicara pemerintah Jerman mengatakan, pihaknya siap membahas gagasan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Jerman juga masih mengkaji keselarasan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dengan hukum internasional. Jerman menekankan pentingnya instrumen kerangka global dalam pembentukan sebuah lembaga, seperti dilansir Antara, Kamis (22/1/2026).
Soal undangan bergabung Dewan Perdamaian, Jerman menghargainya. Namun undangan tersebut masih harus dipertimbangkan, apakah mekanisme dewan sudah mematuhi aturan internasional yang belaku.
Sebelumnya Trump mengungkap rencana pelibatan Ajay Banga Presiden Bank Dunia dan memperluas undangan ke sejumlah kepala negara untuk bergabung Dewan Perdamaian Gaza.
AS mengusulkan pembentukan administrasi internasional sementara di wilayah kantong Palestina dan pengerahan pasukan stabilitas internasional.
Kenalan Dewan Perdamaian Gaza Trump
Dewan Perdamaian Gaza akan mengawasi portofolio tata kelola, diplomasi, serta rekonstruksi di Gaza.
Salah satu anggotanya adalah Jasper Jeffers menantu Trump, yang akan menangani sektor keamanan dan ditunjuk sebagai komandan Pasukan Stabilisasi Internasional. Tugasnya menjaga perdamaian, mendukung demiliterisasi, dan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan serta material rekonstruksi.
Tugas Dewan Perdamaian Gaza adalah mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan, dan mengamankan perdamaian abadi di wilayah terdampak atau terancam konflik. Pembangunan perdamaian juga diklaim harus sesuai hukum internasional.
Dewan Perdamaian akan diketuai langsung Donald Trump sebagai perwakilan resmi Amerika Serikat. Trump berhak menunjuk anggota dewan untuk masa jabatan 2 tahun. Trump bisa memberhentikan anggota sewaktu-waktu. Masa jabatan Trump bergantung pengunduran diri sukarela atau kondisi tidak mampu lagi menjalankan tugas. (ant/lea/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
