Jumat, 23 Januari 2026

DPR Usul Bentuk Kanal Pengaduan Online MBG

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Siswa mengisi kuesioner dalam kegiatan survei epidemiologi di SMK Sore Tulungagung, Jawa Timur

Charles Honoris Wakil Ketua Komisi IX bidang jaminan sosial DPR RI mengusulkan pembentukan kanal pengaduan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat berbasis online. Kanal real time dipercaya mampu mendorong transparansi dan peningkatan kualitas program MBG.

“Saat ini kami masih menerima banyak laporan dari masyarakat tentang makanan MBG yang tidak layak saji, baik karena kandungan gizinya yang tidak seimbang, maupun karena kondisi makanan yang telah rusak, busuk, atau kadaluwarsa,” kata Charles seperti dilansir Antara di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Platform pengaduan daring diharapkan mampu diakses secara terbuka oleh masyarakat, baik melalui web atau aplikasi mobile. Kanal tersebut juga bisa jadi wadah masyarakat melaporkan temuan-temuan terkait distribusi dan kualitas makanan MBG.

Charles Honoris mengatakan, DPR kerap menerima laporan penggunaan ultra processed food (UPF) secara berlebihan, seperti sosis, nugget, dan makanan kemasan tinggi gula. Praktik ini bertentangan dengan semangat program MBG untuk meningkatkan kualitas gizi anak.

“Di samping itu, banyak pula aduan soal porsi makanan yang tidak manusiawi, seperti tempe sebesar ujung jempol, ikan berukuran sangat kecil, hingga buah hanya berjumlah tiga butir,” katanya.

Disarankan kanal menyediakan fitur foto beserta deskripsi masalahnya. Sehingga proses penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

“Dengan anggaran lebih dari Rp3 triliun untuk program digitalisasi saya rasa bukan hal yang sulit bagi BGN untuk mengadakan fasilitas ini,” kata dia.

Charles Honoris menekankan, keberhasilan program tidak hanya ditentutan dari jumlah penerima manfaat, tapi juga kualitas makanannya.

Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mencatat 131 pelajar di Jawa Timur dilaporkan menjadi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Oktober 2025.

Habibus Shalihin Direktur LBH Surabaya mengatakan, menu makanan yang ditemukan tidak layak atau basi. Masalah makanan basi ditemukan di Lumajang, Jember, Surabaya, Jombang dan Bangkalan. (ant/lea/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 23 Januari 2026
26o
Kurs