Tower Base Transceiver Station (BTS) yang ada di atas gedung Surabaya Hotel School (SHS) Jalan Joyoboyo jatuh Jumat (23/1/2026) siang ini.
Arif Sunandar Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya menyebut tower sepanjang 15 meter yang berada di rooftop setinggi 10 meter dari atas tanah itu jatuh pukul 12.50 WIB.
Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka, tower menimpa mobil milik SHS.
“Tower ini jatuh ke halaman. Jatuh ke halaman kemudian menimpa satu kendaraan mobil nasional milik SHS,” ungkapnya.
Pantauan suarasurabaya.net saat ini langkah kedaruratan di lokasi masih berlangsung dilanjutkan proses evakuasi tower.
“Teman-teman gabungan, teman-teman dari DPKP, kemudian teman-teman dari PLN, teman-teman dari PJU Dinas Perhubungan ini hadir di lokasi termasuk pemilik dari tower BTS-nya,” ungkapnya.

Diperkirakan proses evakuasi memakan waktu hingga sebelum maghrib untuk Jalan Joyoboyo bisa kembali diakses masyarakat.
Dampak kejadian, aliran listrik beberapa rumah dan bangunan sekitarnya padam.
Dugaan sementara penyebab ambruknya tower karena angin. Hasil pengecekan di situs BMKG, angin berkecepatan 15 km/jam.
“Jadi saya tadi juga sudah nyoba naik ke atas, memang anginnya terasa cukup kencang kalau di atas ya. Jadi ada kemungkinan memang karena angin,” jelasnya.
BPBD merekomendasikan audit teknis lanjutan, yang langsung ditindaklanjuti dinas terkait.
Terakhir, ia mengimbau warga Surabaya mewaspadai cuaca ekstrem termasuk angin kencang sehingga harus mengecek ornamen atau instalasi apa pun yang ada di atap rumah.
“Termasuk Genting dan sebagainya. Termasuk juga untuk warga untuk tidak berlindung di bawah pohon yang rindang misalnya atau di bawah reklame dan sebagainya. Sehingga kemungkinan-kemungkinan terjadi korban mungkin bisa dapat diminimalisir,” tandasnya. (lta/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
