Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menyentil kepala daerah agar tidak menyalahkan gaji kecil lalu sebagai alasan korupsi.
Ia menanggapi pernyataan Bursah Zarnubi Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyebut rendahnya gaji menjadi alasan kepala daerah melakukan korupsi.
Ia mengingatkan, kepala daerah adalah tugas dan amanah. Sehingga ia mempertanyakan jika alasan seseorang menjabat hanya karena gaji.
“Kalau dia tahu gajinya kepala daerah itu rendah, ngapain dia mau?. Kalau sudah tahu kita gaji sekian, kalau tahu itu begitu, ya jangan jadi kepala daerah,” bebernya, Jumat (23/1/2026).
Ia menyentil calon kepala daerah yang masih merisaukan gaji tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sebaiknya mengurungkan keinginannya.
“Tapi kalau ternyata gaji kepala daerah itu tidak mampu dengan kebutuhan yang menjadi kebutuhan hari-harinya, maka jangan pernah mendaftar menjadi kepala daerah,” tuturnya.
Ia berpesan untuk seluruh wali kota anggota Apeksi agar tidak menggunakan alasan gaji kecil karena sudah diketahui sejak awal mencalonkan diri.
“Ya maka jangan mendaftar jadi kepala daerah,” bebernya.
Menurutnya sifat dasar manusia memang tidak pernah cukup jika mengukut besaran pendapatan.
“Jadi kalau dilihat dari segi pendapatan, pendapatan apapun akan jadi kurang terus. Menungso (manusia), 500 kurang, 1 juta kurang, 2 juta kurang. Tapi kalau ternyata gaji kepala daerah itu tidak mampu dengan kebutuhan yang menjadi kebutuhan hari-harinya, maka jangan pernah mendaftar menjadi kepala daerah,” katanya
Tapi Eri menyebut, ada usulan Apeksi untuk penyesuaian gaji kepala daerah kepada pemerintah pusat. Namun bukan karena ketidakcukupan, tapi pertimbangan beban kerja dan tanggung jawab yang berbeda-beda.
“Tapi memang kita mengusulkan itu adalah gaji kepala daerah. Dengan beban yang seperti itu sama enggak sih, apa wajar enggak sih dengan harga segitu, menyesuaikan dengan gaji segitu,” tandasnya.(lta/ris/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
