John Herdman Pelatih Timnas Indonesia menilai kehadiran pemain diaspora yang merumput di kompetisi Liga Indonesia bukan sebagai masalah, justru menjadi nilai tambah.
Menurut John Herdman, bermain di Indonesia justru membantu pemain beradaptasi dengan kondisi lokal sekaligus memperkuat kedalaman skuad nasional.
Sejumlah klub Super League belakangan mendatangkan pemain diaspora, seperti Jordi Amat di Persija Jakarta, Rafael Struick di Dewa United dan Bali United, serta Shayne Pattynama yang baru direkrut Persija.
“Tentunya itu sangat penting untuk memberi perasaan berbeda, dan memberi standar. Bagi pemain, mereka juga bisa terbiasa dengan kondisi di sini karena kondisi di sini sangat unik, panasnya dan kelembabannya,” kata Herdman di Jakarta saat dilansir dari Antara, Jumat (23/1/2026).
Herdman menekankan bahwa berlatih dan bertanding di Indonesia memberi pengalaman penting, terutama bagi pemain yang sebelumnya berkarier di Eropa. Ia menilai, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri yang justru menguntungkan jika sudah terbiasa.
“Jika pemain Eropa berlatih secara konsisten di sini, itu sangat penting untuk membangun toleransi fisik dan keseimbangan. Ini juga menambah kedalaman skuad timnas,” kata Herdman.
Timnas Indonesia di bawah arahan Herdman akan menghadapi ujian awal pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta, Maret mendatang. Turnamen tersebut akan mempertemukan Indonesia dengan lawan dari konfederasi berbeda.
Herdman menyebut proses persiapan dan pemantauan pemain masih berjalan. Selain mempelajari kekuatan calon lawan seperti Saint Kitts dan Bulgaria, ia juga aktif memantau pemain lokal dengan menyaksikan langsung pertandingan Liga 1 dan laga uji coba klub.
“Ini waktu untuk memahami pemain secara menyeluruh, baik diaspora maupun lokal. Semua masih dalam proses,” pungkasnya.(ant/ris/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
