Sabtu, 24 Januari 2026

Tesla Hentikan Fitur Autopilot Bakal Ganti Full Self-Driving

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Kendaraan Listrik. Foto Tesla

Tesla menghentikan sistem autopilot dan mendorong adopsi teknologi yang lebih canggih, yaitu Full Self-Driving (FSD). Sebelumnya autopilot jadi salah satu fitur standar pada kendaraan listrik Tesla.

Keputusan penghentian autopilot dilatari tekanan dari California, salah satu pasar terbesar Tesla di Amerika Serikat.

Melansir Antara, pengadilan menganggap Tesla melebih-lebihkan kemampuan fitur autopilot dan FSD selama bertahun-tahun. Imbasnya manufaktur dan dealer tesla berpotensi dihentikan selama 30 hari.

Tapi Departemen Kendaraan Bermotor (DMV) California menangguhkan keputusan tersebut selama 60 hari. Tesla diminta mematuhi aturan dan menghentikan penggunaan nama autopilot.

Autopilot merupakan fitur yang menggabungkan kemampuan Traffic Aware Cruise Control, yang menjaga kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depannya, serta Autosteer, fitur penjaga lajur yang mampu mengarahkan mobil di tikungan.

Sekarang Tesla hanya membekali kendaraan barunya dengan kemampuan Traffic Aware Cruise Control. Penghentian Autopilot juga bertepatan dengan perubahan skema penjualan FSD.

Per 14 Februari, Tesla tidak lagi mengenakan biaya 8000 dolar AS untuk perangkat FSD. Tapi Tesla membuat sistem berlangganan senilai 99 dolar AS.

Elon Musk CEO Tesla mengatakan harga tersebut berpotensi naik seiring pertambahan kemampuan perangkat lunak tersebut.

Elon juga mengeklaim, ke depan kendaraan barunya akan mampu mengemudi secara otonom tanpa pengawasan manusia. Perkembangan FSD juga diproyeksikan bisa dikendalikan menggunakan ponsel dan penggunanya bisa tidur selama perjalanan.

Tesla Pernah Tarik Kendaraanya Karena Masalah Keamanan

Pada 2023, Tesla menarik kembali (recall) lebih dari 2 juta unit kendaraannya, imbas masalah keamanan autopilot. Penarikan kendaraan setelah investigasi yang menemukan sistem keamanan autopilot di kendaraan-kendaraan tersebut tidak cukup untuk mencegah penyalahgunaan pengemudi.

Penarikan ini mencakup Model S 2012-2023, Model X 2016-2023, Model 3 2017-2023, dan Model Y 2020-2023, atau hampir seluruh mobil Tesla yang telah terjual di Amerika Serikat.

Penyelidikan keamanan kendaraan dilakukan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), yang berada di bawah naungan Departemen Transportasi AS.

Setidaknya ada 11 insiden yang melibatkan fitur Autosteer Tesla pada Agustus 2021 dan menemukan bahwa terdapat kemungkinan peningkatan risiko tabrakan saat Autosteer digunakan.(ant/lea/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 24 Januari 2026
31o
Kurs