Sabtu, 24 Januari 2026

Polrestabes Surabaya Sumbangkan Motor Tak Bertuan untuk Praktik Murid SMK

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan Kapolrestabes Surabaya saat menyerahkan motor kepada pemiliknya, Rabu (21/1/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Polrestabes Surabaya berencana menyumbangkan motor tak bertuan yang dipamerkan dalam Bazar Pengembalian Barang Bukti Motor Curian, untuk praktik murid-murid SMK.

Kombes Pol Luthfie Sulistiawan Kapolrestabes Surabaya menjelaskan, keputusan itu nantinya akan melewati sejumlah upaya pengembalian motor ke pemiliknya.

“Untuk barang bukti yang tidak diambil, nanti akan kami pastikan dulu ke pemilknya,” kata Luthfie pada Sabtu (24/1/2026).

Pihak kepolisian akan mengirimkan surat ke alamat pemilik yang muncul di data kendaraan seperti, nomor rangka, nomor mesin, maupun pelat nomor atau data yang telah dihimpun oleh Satlantas Polrestabes Surabaya.

“Kami akan bersurat kepada alamat yang tertera, untuk bisa mengambil. Tetapi memang, ada beberapa kendaraan yang tidak bisa teridentifikasi itu karena nomor rangka dan mesinnya sudah rusak. Sehingga tidak bisa terbaca,” ungkapnya.

Jika usaha-usaha menemukan pemilik kendaraan sudah tidak bisa lagi ditempuh, lanjut Luthfie, motor tak bertuan tersebut akan disumbangkan ke murid-murid SMK untuk dijadikan bahan praktik.

Menurutnya, daripada motor tersebut harus dimusnahkan, lebih baik dimanfaatkan oleh murid-murid SMK untuk latihan dan mengembangkan keahlian.

“Jadi daripada sekadar dimusnahkan, kita berpikir kalau kendaraan yang memang tidak bertuan atau tidak teridentifikasi ini, bisa dimanfaatkan oleh anak-anak SMK untuk latihan dan mengembangkan ilmunya di situ,” jelas Luthfie.

Adapun sebanyak 1.050-an motor curian hasil pengungkapan polisi, tengah dipamerkan di Lapangan B Polrestabes Surabaya sejak Rabu (21/1/2026), untuk mempermudah pemilik mengambilnya kembali.

Menurut Luthfie, motor-motor tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sejak Januari 2025 lalu. Sedangkan pemiliknya, tidak semua warga Kota Surabaya.

Sehingga Luthfie menyatakan bahwa jadwal pengambilan motor hasil ranmor ini tidak harus terpaku pada tanggal yang telah ditetapkan.

“Jadi memang jadwal ini tidak harga mati ya. Kalau misalnya nanti masyarakat da yang terkendala karena sedang kerja dan lain-lain, nanti bisa diambil di luar hari ini atau mungkin di luar jam dinas. Kami tetap akan layani,” tutupnya. (kir/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 24 Januari 2026
29o
Kurs