Senin, 26 Januari 2026

Cuaca Ekstrem Mengintai, Operasi Modifikasi di Jatim Berpotensi Diperpanjang

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berpotensi memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga Februari menyusul prakiraan cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi yang mengintai Jatim.

Diketahui, Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim telah melaksanakan OMC di berbagai wilayah sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 untuk meminimalisir potensi cuaca ekstrem.

Gatot Soebroto Kepala Pelaksana BPBD Jatim mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG persentase curah hujan pada Februari sebanyak 22 persen.

“Bulan Februari 2026 ini, persentase curah hujan di Jatim masih ada di sekitaran angka 22 persen,” kata Gatot ketika dikonfirmasi pada Senin (26/1/2026).

Gatot menjelaskan, keputusan untuk melanjutkan OMC di Jatim masih menunggu hasil analisa BMKG lebih lanjut terkait prakiraan cuaca pada Februari 2026 secara lengkap.

Apabila prakiraan cuaca ekstrem berpotensi muncul di bulan depan, maka Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memperpanjang OMC.

“Untuk kegiatan lanjutannya OMC apakah perlu dilakukan lagi atau tidak, nanti akan mempertimbangkan data dari BMKG,” tuturnya.

Kalaksa BPBD Jatim itu menyebut tantangan selama menjalankan OMC selama ini adalah minimnya pesawat untuk menjangkau luasan wilayah Jatim yang menjadi area operasi.

Namun, Gatot mengatakan operasi yang sedang berjalan saat ini difokuskan di wilayah terdampak bencana banjir seperti Kabupaten Situbondo dan kawasan tapal kuda hingga Kabupaten Lamongan.

“Kendala soal wilayah, karena Jawa Timur sangat luas. Tapi sekarang kita fokus ke daerah banjir, kita lakukan OMC supaya tidak terjadi hujan deras dan banjirnya bisa segera surut,” ungkapnya.

Sebelumnya, BMKG Juanda menyebut bahwa hampir sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki fase puncak musim hujan dengan potensi peningkatan risiko cuaca ekstrem.

Taufiq Hermawan Kepala BMKG Juanda menjelaskan, hingga 30 Januari nanti akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

Potensi bencana hidrometeorologi yang akan melanda Provinsi Jatim di antaranya hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es diprediksi.

Taufiq mengimbau kepada masyarakat di wilayah dengan topografi curam, bergunung dan tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. Selain itu, masyarakat juga diharapkan selalu memantau kondisi cuaca terkini.

“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem,” ujar Taufiq dalam keterangan yang diterima, Rabu (21/1/2026). (wld/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 26 Januari 2026
27o
Kurs