Pemkot Surabaya mengubah skema beasiswa untuk siswa SMA/SMK/MA sederajat. Dana tidak lagi diberikan langsung ke siswa, melainkan dibayarkan langsung ke sekolah.
Arief Boediarto Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya menyebut, beasiswa hanya untuk siswa SMA swasta, dan dibayarkan langsung ke sekolah. Besarannya yang semula Rp200.000 menjadi Rp350.000 per anak.
Sementara beasiswa untuk siswa SMA negeri ditiadakan, hanya diberi seragam dan sepatu.
Perubahan skema ini hasil evaluasi, banyak siswa yang memakai uang beasiswa lalu tidak dibayarkan ke sekolah sehingga muncul tunggakan SPP.
“(Kalau sekolah negeri tidak diberi beasiswa lagi) karena yang sekolah negeri itu kan semua pendidikan ini sudah ditanggung oleh negara oleh pemerintah. Tapi kalau yang swasta kan belum atau tidak,” bebernya.
Kebijakan baru ini, lanjutnya, sudah disosialisasikan ke siswa dan kepala sekolah.
“Bahkan besok pun kami juga akan bersosialisasi kembali, barangkali ada yang belum terlalu jelas seperti apa, nah itu akan kita berikan solusi ulang,” ungkapnya.
Arief menegaskan, Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya ini untuk keluarga miskin, pra miskin, yatim, piatu, dan yatim-piatu.
Selain itu, fokus sasarannya yakni bagi keluarga miskin yang masuk di dalam Desil 1 sampai 5, diutamakan yang berada di Desil 1 dan 2. (lta/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
