Selasa, 27 Januari 2026

Pemerintah Jepang Hibahkan Mobil Donor Darah untuk Kabupaten Pacitan

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
Penandatanganan ”grand contract”” Bantuan Hibah Grassroots oleh Siwi Rochani Direktur Wahana Anak Bangsa Peduli Indonesia Maju (WABPIM) dan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu. Foto: Konjen Jepang

Pemerintah Jepang menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan keamanan manusia di Indonesia melalui penandatanganan Kontrak Bantuan Hibah Grassroots Tahun Anggaran Jepang 2025. Kali ini, bantuan difokuskan pada proyek pengadaan mobil donor darah untuk Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Acara penandatanganan berlangsung pada Senin (26/1/2026) dan digelar oleh Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya. Kontrak ditandatangani Takonai Susumu Konsul Jenderal Jepang di Surabaya bersama Siwi Rochani Ketua Wahana Anak Bangsa Peduli Indonesia Maju (WABPIM), selaku pimpinan lembaga penerima hibah.

Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pemangku kepentingan daerah, di antaranya Sugeng Retyono perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Sunaryo Ketua Harian PMI Pacitan, serta dr. Th. Hendra Purwaka perwakilan Unit Donor Darah PMI Pacitan.

Dalam sambutannya, Takonai menegaskan bahwa bantuan hibah grassroots merupakan wujud kepedulian masyarakat Jepang, mengingat dana program tersebut bersumber dari pajak warga Jepang.

Ia berharap mobil donor darah beserta peralatan medis yang disediakan dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan kualitas layanan donor darah di Pacitan.

“Bantuan ini diharapkan mampu membantu mengatasi tantangan yang selama ini dihadapi PMI Pacitan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan donor darah yang lebih baik,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (27/1/2026).

Sementara itu, Sugeng Retyono mengatakan, kehadiran mobil donor darah akan memperkuat layanan kesehatan masyarakat dan diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Pacitan dan Pemerintah Jepang.

Senada, Sunaryo menyebut bantuan tersebut sebagai harapan lama masyarakat yang akhirnya terwujud. Dengan kondisi wilayah Pacitan yang didominasi perbukitan dan akses jalan yang menantang, keberadaan mobil donor darah dinilai krusial untuk menjaga ketersediaan darah.

“Ini menjadi sejarah baru bagi Pacitan, mengingat keterbatasan anggaran daerah yang membuat dukungan dari dalam dan luar negeri sangat dibutuhkan,” katanya.

Siwi Rochani menambahkan, lembaganya telah mengelola 16 proyek hibah dari Konsulat Jenderal Jepang di Jawa Timur. Selama ini, bantuan lebih banyak difokuskan pada pembangunan sekolah dan sarana air bersih.

“Proyek pengadaan mobil donor darah ini menjadi yang pertama di bidang kesehatan, dan kami berharap terus dipercaya mengelola program hibah di masa mendatang,” ujarnya.

Selama ini, kegiatan donor darah di Pacitan masih mengandalkan kendaraan operasional yang diperuntukkan bagi personel, sehingga tidak mampu mengangkut peralatan medis secara lengkap.

Kondisi geografis yang berbukit, medan jalan curam, serta keterbatasan transportasi umum kerap menyulitkan pelaksanaan donor darah, terutama saat musim hujan.

Keterbatasan kendaraan juga berdampak pada tidak optimalnya pemasangan peralatan medis, termasuk sistem pendingin darah untuk menjaga kualitas hemoglobin. Padahal, sekitar 80 persen pendonor darah di Pacitan berada di wilayah lapangan dan pedalaman yang harus dijangkau langsung oleh PMI.

Melalui kerja sama antara PMI Kabupaten Pacitan, WABPIM, dan Pemerintah Jepang, program pengadaan mobil donor darah beserta peralatan pendukung ini diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut.

Pemerintah Jepang berharap layanan donor darah yang layak, aman, dan menyeluruh dapat menjangkau seluruh masyarakat Pacitan, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil. (ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Selasa, 27 Januari 2026
24o
Kurs