Rabu, 28 Januari 2026

BMKG Prakirakan Hujan Petir Landa Jawa Timur Hari Ini

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi cuaca hujan deras disertai petir. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan hujan intensitas ringan hingga hujan petir melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (28/1/2026).

Pada pagi hari, cuaca di Jatim diprakirakan berawan tebal dan berpeluang terjadi hujan disertai petir. Kondisi serupa diperkirakan berlanjut hingga siang dan sore hari.

Memasuki malam hari, cuaca masih didominasi awan tebal dengan potensi hujan intensitas ringan. Sementara pada dini hari, hujan ringan diperkirakan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.

BMKG Juanda mencatat suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 14 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 62 hingga 100 persen.

Angin umumnya bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan berkisar 5 hingga 36 kilometer per jam.

Sementara itu, BMKG Maritim Tanjungperak menyampaikan prakiraan kondisi cuaca maritim Jawa Timur yang berlaku mulai 28 Januari 2026 pukul 07.00 WIB selama 24 jam ke depan.

Untuk wilayah Laut Jawa bagian timur, cuaca diprakirakan berawan tebal. Angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan maksimum mencapai 28 knot atau sekitar 52 kilometer per jam. Tinggi gelombang laut diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,5 meter.

Sementara itu, di wilayah Selat Madura, cuaca juga diprakirakan berawan tebal. Angin bertiup dominan dari arah barat dengan kecepatan maksimum mencapai 31 knot atau sekitar 57 kilometer per jam, dengan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1,5 meter.

Adapun kondisi perairan selatan Jawa Timur perlu mendapat perhatian khusus. BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah tersebut, disertai angin dominan dari barat laut dengan kecepatan maksimum hingga 31 knot. Tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur diperkirakan mencapai 2,0 hingga 3,9 meter.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran, untuk memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum beraktivitas di laut. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Rabu, 28 Januari 2026
28o
Kurs