Sabtu, 31 Januari 2026

Wilayah Pesisir Jatim Dibayangi Potensi Banjir Rob hingga 5 Februari Mendatang

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi. Banjir rob. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Potensi banjir rob membayangi wilayah pesisir Jawa Timur hingga 5 Februari 2026 mendatang.

Sutarno Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya menerangkan, fenomena banjir rob muncul karena adanya fase full moon atau purnama yang mempengaruhi kenaikan air laut.

“Pasang air laut yang terjadi saat ini adalah siklus bulanan yang mana saat ini sedang berada pada fase tengah bulan atau purnama. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir rob di area pesisir,” katanya, Sabtu (31/1/2026).

Sutarno menguraikan beberapa wilayah yang diperkirakan terdampak oleh fase full moon di antaranya, wilayah Surabaya Timur hingga pesisir Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, dan Kenjeran.

Selain itu, potensi banjir rob juga terjadi di Pesisir Bangkalan Selatan, Kuanyar, Sukolilo, Sampang, Sepanjang, Selat Madura, Kreseh (barat Sampang), hingga Pamekasan.

“Banjir di wilayah-wilayah itu berpotensi terjadi saat malam, di antara pukul 21.00 WIB sampai 24.00 WIB,” imbuhnya.

Sementara di wilayah Gresik, Lamongan, dan Tuban, banjir rob diprediksi terjadi saat siang hari, di antara pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.

Sutarno juga memprediksi ketinggian banjir di wilayah-wilayah itu, bisa mencapai 10 hingga 30 sentimeter.

Adapun pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena genangan rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas di wilayah pesisir. Apalagi air rob juga bersifat korosif.

Perlu diketahui, banjir rob adalah peristiwa genangan air laut yang masuk ke wilayah daratan pesisir akibat naiknya permukaan air laut, terutama saat pasang maksimum. Banjir ini tidak dipicu oleh hujan, melainkan oleh fenomena pasang surut laut.

Secara teknis, banjir rob terjadi ketika elevasi muka air laut lebih tinggi daripada permukaan daratan, sehingga air laut meluap ke kawasan permukiman, jalan, tambak, dan area aktivitas masyarakat di pesisir.

Faktor utama penyebab banjir rob meliputi kenaikan muka air laut, penurunan muka tanah (land subsidence), kondisi pasang purnama (rob besar), serta rusaknya sistem drainase dan tanggul pantai. Di kota-kota pesisir, kombinasi penurunan tanah dan pasang laut menjadi pemicu paling dominan.

Dampak banjir rob bersifat kronis dan berulang. Aktivitas warga terganggu, infrastruktur cepat rusak, air bersih tercemar, dan lahan tambak maupun pertanian pesisir mengalami penurunan produktivitas.

Dalam konteks pemberitaan, banjir rob sering diklasifikasikan sebagai bencana hidrometeorologi pesisir, karena berkaitan langsung dengan dinamika laut dan perubahan iklim.(kir/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 31 Januari 2026
32o
Kurs