Setelah melewati proses breeding atau pengembangbiakan, Kebun Binatang Surabaya (KBS) akan melepas lima komodo ke habitat aslinya di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Nurika Widyasanti Direktur Operasional Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS menerangkan, program restocking atau pengembalian satwa ke habitat asli, adalah kewajiban seluruh lembaga konservasi, sebagai bentuk keberhasilan breeding.
“Kebetulan saat ini Komodo kami ada beberapa yang memang rencananya akan diusulkan untuk restocking ke habitatnya. Entah itu di Pulau Komodo atau Pulau Flores,” katanya pada Minggu (8/2/2026).
Nurika menerangkan, KBS telah melakukan breeding terhadap lima ekor komodo yang mana saat ini sedang diidentifikasi terkait jenis kelaminnya.
Selain itu, identifikasi tersebut juga berfungsi untuk mengetahui kesehatan satwa dan kelayakan sebelum dilepas ke alam bebas.
Untuk diketahui, KBS menjadi salah satu lembaga konservasi yang tergolong sukses menjalankan breeding komodo, jika dibandingkan lembaga konservasi lainnya.
“Sampai saat ini, kurang lebih kami telah melakukan breeding terhadap 80 ekor komodo, dengan usia rata-rata remaja hingga dewasa,” ungkapnya.
Pengajuan restocking komodo telah disampaikan manajrken KBS ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim, untuk dilanjutkan ke kementerian.
Nurika optimistis, usulan restocking komodo ke habitat asli akan direalisasi.
“Karena komodo ini termasuk satwa prioritas. Jadi kemungkinan besar pasti realisasi,” tutupnya. (kir/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
