Perayaan Imlek tidak hanya identik dengan lampion merah dan dekorasi meriah, tetapi juga kuliner khas yang sarat makna simbolis.
Setiap hidangan memiliki filosofi tersendiri, yang biasanya berkaitan dengan harapan kemakmuran, keberuntungan, dan kesejahteraan di tahun baru.
Mengutip laman resmi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), berikut tiga hidangan yang wajib hadir saat Imlek:
1. Niángāo – Kue Beras Tahun Baru
Niángāo merupakan kue tradisional yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk halus dan dikukus hingga memperoleh tekstur kenyal. Bentuknya bisa bulat atau persegi, dan secara simbolik melambangkan kemajuan dan peningkatan berkelanjutan.
Dalam bahasa Mandarin, nián berarti “tahun” dan gāo berarti “kue”. Uniknya, bunyi gāo juga mirip dengan kata untuk “tinggi”, sehingga Niángāo diyakini membawa doa agar pencapaian dan posisi hidup meningkat di tahun baru.
2. Cháng Shòu Miàn – Mie Umur Panjang
Mie panjang atau Cháng shòu miàn menjadi simbol umur panjang dan kehidupan yang diberkahi. Filosofi ini membuat mie menjadi hidangan yang wajib dihidangkan saat Imlek.
Panjangnya mie dipercaya membawa keberuntungan berupa umur yang panjang dan kesehatan yang baik. Oleh karena itu, makan mie panjang pada perayaan Imlek dianggap sebagai doa untuk kehidupan yang berkah.
3. Yú – Ikan Keselamatan dan Kelimpahan
Ikan (yú) biasanya disajikan utuh sebagai simbol kesempurnaan dan keharmonisan keluarga. Dalam bahasa Mandarin, pelafalan yú sama dengan kata yang berarti “kelebihan” atau “berlebih”, sehingga hidangan ini melambangkan kelimpahan yang berkesinambungan setiap tahun (nián nián yǒu yú).
Ikan juga mencerminkan kemakmuran, keberuntungan, dan harapan akan hasil yang melimpah, baik dari sisi materi, kesehatan, maupun hubungan antaranggota keluarga.
Hidangan-hidangan ini bukan hanya lezat untuk dinikmati, tetapi juga sarat simbolisme yang menanamkan doa dan harapan agar tahun baru membawa kebahagiaan, kesehatan, dan keberuntungan bagi seluruh anggota keluarga. (mun/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
