Sabtu, 21 Februari 2026

72 Harimau Mati di Thailand Diduga Akibat Parvovirus

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - 72 harimau di Tiger Kingdom, Thailand dilaporkan mati diduga akibat infeksi parvovirus kucing. Foto: Bangkok Post

Sebanyak 72 harimau di objek wisata Tiger Kingdom di Thailand dilaporkan mati diduga akibat infeksi parvovirus kucing yang diperparah bakteri lain. Kematian massal ini menjadi yang terbesar yang pernah tercatat di fasilitas penangkaran tersebut.

Departemen Peternakan Thailand mengungkapkan hasil uji awal menunjukkan keberadaan feline parvovirus atau panleukopenia kucing pada bangkai harimau yang diautopsi.

Virus tersebut menyerang sistem pencernaan dan kekebalan tubuh, menyebabkan muntah, diare berdarah, demam tinggi, lesu, serta hilangnya nafsu makan.

Wabah mulai terdeteksi pada 8 Februari ketika puluhan harimau di distrik Mae Rim, Provinsi Chiang Mai, mati secara misterius.

Dilansir dari Bangkok Post, hingga 18 Februari, total 72 dari 246 harimau yang dipelihara di fasilitas Mae Rim dan Mae Taeng dilaporkan mati.

Petugas langsung melakukan karantina dan desinfeksi lokasi pada Jumat guna mencegah penyebaran lebih lanjut. Harimau yang masih hidup dipindahkan ke pusat perawatan Tiger Kingdom di Mae Taeng.

Tim dokter hewan dari Kantor Peternakan Provinsi Chiang Mai juga menemukan infeksi bakteri Mycoplasma yang memperparah kondisi hewan.

Selain itu, sampel menunjukkan adanya infeksi canine distemper virus (CDV), virus yang menyerang sistem pernapasan dan diketahui dapat melintasi spesies, termasuk menginfeksi kucing besar.

Meski demikian, otoritas memastikan seluruh infeksi yang terdeteksi tidak bersifat zoonosis dan tidak menular ke manusia.

Menurut Departemen Peternakan, praktik perkawinan sedarah di penangkaran dapat melemahkan sistem imun harimau, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

Somchuan Ratanamungklanon Direktur Departemen Peternakan juga membantah dugaan awal yang mengaitkan kematian dengan daging ayam mentah yang dipasok ke lokasi. Hasil uji laboratorium tidak menemukan materi genetik influenza unggas dalam sampel.

“Ketika harimau jatuh sakit, lebih sulit untuk mendeteksinya dibandingkan pada hewan seperti kucing atau anjing. Saat kami menyadari mereka sakit, sudah terlambat,” ujar Somchuan.

Sorotan terhadap Wisata Satwa
Fasilitas Tiger Kingdom dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman menyentuh dan berfoto bersama harimau. Namun tragedi ini memicu kritik keras dari kelompok hak-hak hewan.

Organisasi PETA Asia menyatakan kematian puluhan harimau tersebut mencerminkan buruknya praktik penangkaran untuk kepentingan wisata.

“Harimau-harimau ini mati seperti cara mereka hidup — dalam kesengsaraan, kurungan, dan ketakutan,” kata PETA Asia kepada AFP.

“Jika wisatawan menjauh, tempat-tempat ini akan cepat menjadi tidak menguntungkan, dan tragedi seperti ini akan jauh lebih kecil kemungkinannya terjadi,” tambah organisasi tersebut.

Lokasi wisata tersebut ditutup sementara selama 14 hari untuk mengendalikan wabah. Hingga Sabtu, manajemen Tiger Kingdom belum memberikan tanggapan resmi. (saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 21 Februari 2026
28o
Kurs