Minggu, 22 Februari 2026

Sajian Khas Ramadan dari Berbagai Negara: Dari Harira hingga Kolak

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi kolak. Foto: Pixabay

Ramadan selalu menjadi momen spesial bagi umat Muslim di seluruh dunia, bukan hanya sebagai waktu ibadah, tetapi juga sebagai kesempatan menikmati ragam kuliner khas saat berbuka dan sahur.

Setiap negara memiliki tradisi kuliner unik yang kerap hadir selama bulan suci, mulai dari sup hangat hingga hidangan manis yang menggugah selera.

Melansir Antara pada Sabtu (21/2/2026), berikut sembilan sajian khas Ramadan dari berbagai belahan dunia:

1. Harira – Maroko

Harira merupakan sup berbahan dasar tomat serta lentil, kacang arab, dan kadang ditambahi sedikit daging kambing. Seringkali harira disajikan bersama chebakia (kue wijen dengan madu) dan kurma.

Saat sahur, makanan yang lebih ringan disajikan, seperti roti dengan telur, yoghurt, teh mint, serta madu atau minyak zaitun.

2. Mahshy – Mesir

Hidangan khas berbuka puasa di Mesir merupakan mahshy, yakni sayuran yang diisi dengan nasi yang dicampur dengan bumbu.

Selain itu, terdapat sup bihun atau lentil, meze (daun anggur berisi dan aneka saus celup), koshar (campuran nasi, lentil, pasta, dan saus tomat), serta molokhia (semur daun hijau).

Kunafa dan qatayef yang merupakan sajian populer saat Ramadan, disajikan sebagai makanan penutup.

3. Fattoush dan Mansaf – Yordania dan Lebanon

Fattoush merupakan semacam salad, dengan potongan roti goreng yang renyah. Kemudian hidangan tersebut ditambah mansaf, daging kambing yang dimasak dalam yoghurt fermentasi. Kedua makanan ini disajikan bersamaan dan sering disantap saat waktu berbuka.

4. Bubur Lambuk – Malaysia

Makanan yang berupa bubur nasi, ditambah dengan daging, santan, dan rempah-rempah ini menjadi hidangan khas di Malaysia, terutama saat Ramadan.

Ketika berbuka, kurma dan minuman manis disajikan sebagai hidangan awal. Kemudian roti, kare, sate, dan bubur lambuk ini menjadi hidangan utama.

Sementara itu pada saat sahur, bubur atau nasi lemak menjadi dua hidangan langganan masyarakat Malaysia.

5. Harees – Arab Saudi, Uni Emirat Arab, & Qatar

Waktu sahur di Arab Saudi seringkali diawali dengan mengonsumsi kurma dan air. Kemudian, harees akan menjadi santapan utama masyarakat Arab Saudi.

Harees merupakan hidangan gandum dan daging yang dimasak perlahan. Selain harees,foul (kacang fava) dengan roti juga lazim menjadi santapan Ramadan.

Menu berbuka puasa di Arab Saudi yang paling umum adalah kabsa atau mandi, nasi yang disajikan dengan ayam atau daging kambing berbumbu. Kemudian dipadukan dengan samosa, sup, salad, dan jus.

6. Haleem – Pakistan

Haleem di Pakistan berupa bubur gurih berisi biji-bijian, kacang lentil, daging, dan rempah. Menu ini sering disajikan ketika berbuka puasa.

Selain itu, makanan berbuka di Pakistan juga berupa kurma, fruit chaatpakora, samosa, dan dahi bhalla (bola lentil dengan yoghurt). Minuman yang khas merupakan sirup mawar berwarna merah muda cerah dengan nama rooh afza.

7. Haleem – India

Berbeda dengan Pakistan, haleem di India merupakan hidangan berat olahan gandum, lentil, dan daging yang dimasak lama. Selain itu, makanan yang khas dikonsumsi saat berbuka puasa ialah biryani berlapis rempah.

Saat sahur, masyarakat India memiliki hidangan yang berbeda-beda untuk disajikan, tergantung daerah. Namun sajian yang khas di antaranya paratha dengan kari, telur rebus, serta yoghurt.

8. Kolak – Indonesia

Meskipun Indonesia terkenal dengan ragam kulinernya, tetapi banyak masyarakat Indonesia yang sering menyajikan kolak sebagai santapan pembuka saat berbuka puasa.

Kolak terbuat dari gula aren, santan, dan daun pandan. Kemudian diisi dengan irisan pisang, ubi, atau nangka.

Selain itu, hidangan gurih juga disajikan seperti soto, sate, dan lontong, untuk melengkapi rasa manis dari kolak.

Saat sahur, masyarakat Indonesia sering mengandalkan masakan olahan dari nasi, seperti nasi lemak, nasi goreng, hingga bubur. (ant/vve/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 22 Februari 2026
25o
Kurs