Minggu, 22 Februari 2026

Ini Solusi Bagi Muslim yang Lupa Niat Puasa Ramadan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi Ramadan. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Alhafiz Kurniawan Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberi panduan bagi umat Muslim yang lupa berniat puasa Ramadan, khususnya dalam pandangan Mazhab Syafi’i.

Menurut Alhafiz, Mazhab Syafi’i menekankan tiga hal penting terkait niat puasa: berniat setiap malam, dianjurkan melafalkan niat, serta di awal Ramadan berniat untuk menjalankan puasa selama sebulan penuh, sebagaimana pandangan Imam Malik.

Bagi mereka yang lupa berniat di malam hari, Alhafiz menegaskan tidak perlu membatalkan puasanya. Cukup berniat di pagi hari ketika ingat, sehingga ibadah puasa tetap sah hingga waktu berbuka.

“Dengan demikian ia tetap dapat melanjutkan ibadah puasanya hingga selesai, sampai waktu magrib,” ucap Alhafiz dilansir dari Antara, Minggu (22/2/2026).

Alhafiz juga menyampaikan pandangan dari Imam Abu Hanifa yang menyampaikan, orang yang tidak memalamkan niat pada malam hari sebelum fajar (sebelum Subuh), maka bukan berarti puasanya tidak sah, melainkan puasanya tidak sempurna.

“Memasang niat di pagi hari atau setelah Subuh berlalu, sementara semalaman belum sempat berniat di dalam hati, maka niat tersebut cukup dilakukan ketika ia ingat di pagi hari atau awal siang,” jelas Alhafiz.

Lebih lanjut, Alhafiz menjelaskan perbedaan antara niat dan pelafalan niat. Niat merupakan aktivitas batin, sedangkan pelafalan niat hanya sebagai bentuk pengucapan secara lisan yang dianjurkan dalam praktik masyarakat Indonesia.

Alhafiz menekankan bahwa puasa Ramadan bersifat tunai, sehingga niat menjadi kewajiban. Berbeda dengan puasa qadha atau pengganti, pelafalan niat hanya bersifat sunnah, bukan wajib.

“Dalam kajian ibadah Islam, sangat dibedakan antara ibadah yang dilakukan secara tunai dan qadha. Karena puasa Ramadan dilaksanakan secara tunai, maka niat menjadi wajib. Adapun pelafalan niat, hukumnya hanya dianjurkan, bukan wajib,” tutur Alhafiz Kurniawan. (ant/vve/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 22 Februari 2026
31o
Kurs