Minggu, 22 Februari 2026

Suko Widodo Ungkap Tantangan Digital Jadi Fokus Utama Dewan Pendidikan Surabaya Terbaru

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi - Suko Widodo pakar komunikasi dari Universitas Airlangga (Unair) saat mengudara di Radio Suara Surabaya pada Sabtu (10/5/2025). Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Proses seleksi anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya saat ini masih bergulir untuk mencari sosok yang siap membantu wali kota dalam memajukan kualitas pendidikan di Kota Pahlawan.

Suko Widodo Ketua Tim Seleksi menyebut, tantangan terbesar yang harus dijawab oleh pengurus di periode baru nanti adalah persoalan dunia digital yang memberikan pengaruh besar pada etika anak muda.

​Ia mengakui bahwa kualitas pendidikan di Surabaya sebenarnya sudah sangat baik dan berada di atas rata-rata kota lain di Indonesia. Namun, perkembangan teknologi sedikit banyak telah membawa dampak negatif terhadap konten digital yakni, penipuan daring hingga merosotnya etika komunikasi di dunia maya.

Masalah ini yang diharapkan Suko menjadi perhatian serius bagi sebelas anggota Dewan Pendidikan yang nantinya terpilih.

​“Problem yang paling menonjol saat ini adalah pengaruh digital dan etika komunikasinya. Kami berharap Dewan Pendidikan ke depan bisa menyusun pemikiran atau kurikulum yang fokus pada etika komunikasi dan pendidikan digital agar anak-anak kita tidak menjadi korban,” kata pakar komunikasi dari Universitas Airlangga (Unair), saat dikonfirmasi suarasurabaya.net pada Minggu (22/2/2026).

Sebagai informasi, saat ini Pemkot Surabaya sedang membuka pendaftaran seleksi Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya periode 2026–2030 bagi para pemerhati dan praktisi pendidikan.

Pendaftaran ini masih berlangsung hingga28 Februari 2026 mendatang. Kemudian dilanjut pada pengumuman calon yang lolos nominasi pada 2 Maret 2026, serta pemaparan gagasan dan wawancara pada 4-5 Maret 2026.

Suko menegaskan bahwa menjadi anggota Dewan Pendidikan bukan suatu pekerjaan formal melainkan panggilan idealisme untuk mereka yang concern dengan masa depan pendidikan.

Dalam rekrutmen anggota Dewa Pendidikan terdiri dari beberapa unsur mulai akademisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), orang tua, pendidik, hingga praktisi industri.

“​Keterlibatan dunia industri atau pengusaha dalam keanggotaan ini sangat krusial. Menurut saya, para pengusaha tahu persis karakter SDM seperti apa yang dibutuhkan di masa depan,” ungkapnya.

Mengingat Surabaya adalah kota industri, sehingga sinergi antara kebutuhan dunia kerja dan kurikulum sekolah menjadi salah satu misi penting yang harus dikawal oleh Dewan Pendidikan.

Menurut catatan Suko, antusiasme warga yang ingin menjari bagian kemajuan pendidikan Kota Surabaya cukup tinggi.

“​Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 30 orang dengan latar belakang yang sangat kompeten yang mendaftar,” tambahnya.

Suko optimistis rekrutmen Anggota Dewan Pendidikan bisa berjalan sesuai ekspektasi, melihat profil para pendaftar yang sangat beragam, mulai dari lulusan luar negeri, penyandang gelar Doktor (S3), hingga ibu rumah tangga yang peduli pada masa depan anak.

Adapun, tim seleksi nantinya akan melakukan kurasi ketat untuk menentukan seseorang yang sesuai kriteria serta memiliki integritas dan komitmen tinggi.

​“Ini adalah aktivitas idealisme. Kami mencari orang yang punya concern besar terhadap pembangunan pendidikan. Melihat animo yang ada, saya yakin banyak warga Surabaya yang sangat peduli dengan masa depan generasi kita,” tutupnya. (kir/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 22 Februari 2026
28o
Kurs